Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

Pemkab Bangka Selatan melalui Dinkes Gelar Aksi Bergizi 2026, Tekan Anemia Remaja

271
×

Pemkab Bangka Selatan melalui Dinkes Gelar Aksi Bergizi 2026, Tekan Anemia Remaja

Sebarkan artikel ini
Aksi Bergizi Kabupaten Bangka Selatan digelar di Halaman SMPN 5 Toboali, Selasa (15/9/2026), sebagai upaya memperkuat pencegahan anemia dan masalah gizi pada remaja. Dok Kominfo Bangka Selatan

DJITUBERITA,BANGKA SELATAN –Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana menggelar Kegiatan Penggerakan Aksi Bergizi Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2026 di Halaman SMPN 5 Toboali, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pencegahan masalah gizi sekaligus menekan prevalensi anemia pada kelompok remaja. Program ini diarahkan untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik agar tetap sehat dan mampu mengikuti proses pendidikan secara optimal.

Kegiatan dihadiri sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, para kepala sekolah SMP dan SMA sederajat, serta jajaran undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, mengatakan anemia masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, termasuk pada kelompok remaja.

Mengacu pada data Riskesdas 2018, prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun tercatat 26,8 persen, sedangkan kelompok usia 15–24 tahun mencapai 32 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan edukasi gizi dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), khususnya bagi remaja putri.

Menurut Agus, Aksi Bergizi mengedepankan tiga intervensi utama, yakni sarapan dan konsumsi TTD bersama di sekolah setiap minggu, edukasi gizi lintas sektor, serta komunikasi perubahan perilaku secara berkelanjutan.

Program tersebut juga diintegrasikan dengan konsep Sekolah dan Madrasah Sehat melalui Trias UKS/M, meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah yang sehat.

Ia menyebut evaluasi Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku (PSP) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai gizi, aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta peluang remaja putri mengonsumsi TTD mingguan setelah mendapatkan intervensi Aksi Bergizi.

“Kesehatan adalah kunci utama untuk belajar dengan semangat dalam meraih cita-cita. Tubuh yang sehat membuat kita bisa bermain juga belajar riang gembira,” ujar Agus.

Ia menjelaskan anemia merupakan kondisi ketika jumlah atau ukuran sel darah merah maupun kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke jaringan tubuh dapat terganggu.

Karena itu, penguatan komunikasi perubahan perilaku, konseling, serta tindak lanjut secara terintegrasi dinilai penting untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah.

“Harapan kita bersama dengan adanya kegiatan penggerakan Aksi Bergizi ini, maka anak sekolah di Kabupaten Bangka Selatan memiliki status gizi remaja yang baik sehingga bisa berprestasi gemilang,” katanya.

Pemkab Bangka Selatan berharap gerakan tersebut dapat mendorong sekolah-sekolah menjalankan Aksi Bergizi secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesehatan serta kualitas generasi muda di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *