JAKARTA – Ratusan aktivis dari Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) dan Koalisi Rakyat Tangkap Koruptor (KORTAK) menggelar aksi damai di depan Gedung Kejaksaan Agung RI, pada Senin (10/2).
Mereka menuntut pengusutan dugaan mega korupsi yang melibatkan Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, dengan potensi kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah.
Mengusung tema “Fiat Justitia Ruat Caelum” (Hendaklah Keadilan Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh), aksi ini diperkirakan dihadiri 500 aktivis dari berbagai organisasi nasional.
Dugaan Skandal Korupsi Bupati Melawi
KAMAKSI dan KORTAK menyoroti empat kasus utama yang diduga melibatkan Bupati Melawi:
- Korupsi Proyek Air Bersih – Realisasi hanya 10% dari total proyek di 11 desa, merugikan negara Rp 25 miliar.
- Pembebasan Pajak Perusahaan – Tujuh perusahaan diduga tidak membayar pajak yang seharusnya menyumbang Rp 70 miliar ke kas daerah.
- Penggelapan Anggaran Bibit Ternak – Dugaan pengadaan fiktif senilai Rp 25 miliar.
- Lonjakan Kekayaan Tidak Wajar – Kekayaan pribadi Bupati diduga melonjak hingga lebih dari Rp 100 miliar, jauh dari rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) Melawi.
Tuntutan KAMAKSI & KORTAK
Dalam aksinya, massa menuntut Kejaksaan Agung RI untuk:
- Memulai investigasi menyeluruh atas dugaan skandal korupsi Bupati Melawi.
- Mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang, penggelapan anggaran, dan praktik KKN.
- Menjamin supremasi hukum tanpa tebang pilih terhadap semua pejabat yang terlibat korupsi.
Pernyataan Pemimpin Aksi
Koordinator KORTAK, Sutisna, menegaskan aksi ini adalah langkah konkret untuk mendesak penegakan hukum yang adil.
“Kami tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan. Tidak boleh ada impunitas bagi koruptor!” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, meminta Kejaksaan Agung segera melakukan audit investigasi.
“Kami mendukung Kejagung bertindak tegas demi menjaga integritas hukum dan demokrasi di negeri ini,” katanya.
Aksi Berlangsung di Kejagung
Aksi ini digelar di depan Gedung Kejaksaan Agung RI pada Senin, 10 Februari 2025, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Massa membawa berbagai spanduk dan menyuarakan tuntutan dengan tegas.
KAMAKSI dan KORTAK berharap Kejaksaan Agung segera bertindak. “Rakyat bersatu takkan terkalahkan!”