DJITUBERITA.COM JAKARTA — Kongres Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) resmi berakhir dengan terpilihnya Ahmad Dony sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI.
Wakil Sekretaris Jenderal Internal PB SEMMI periode 2023–2026, Ali Mansur Monesa, menegaskan seluruh kader memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris untuk mengawal kepemimpinan Ketua Umum terpilih.
“Kami siap mengawal. Mengawal itu wajib, karena Ketua Umum bukan raja, melainkan mandataris forum yang membawa amanah kolektif organisasi,” ujar Ali.
Menurut Ali, pengawalan harus dilakukan melalui gagasan, kerja nyata, dan kritik konstruktif. Kader didorong menyampaikan kajian serta alternatif kebijakan, menjalankan program organisasi hingga akar rumput, dan tetap kritis melalui ruang-ruang forum.
Ia menekankan, perbedaan pendapat dalam persidangan harus dihormati, tetapi setelah keputusan forum ditetapkan, seluruh kader wajib menjalankannya bersama.
“Berani bilang ‘tidak’ di ruang sidang, tapi setelah palu diketok, kita harus berjalan 200 persen untuk menyukseskan keputusan,” tegasnya.
Ali juga mengingatkan agar kemenangan maupun kekalahan dalam forum tidak menjadi alasan untuk memecah persatuan kader.
“Jangan takut kalah di forum. Yang berbahaya adalah menang di forum tapi kalah di lapangan, atau kalah di forum namun menolak di lapangan,” imbuhnya.
Ia mengajak seluruh kader SEMMI menjadikan hasil kongres sebagai momentum memperkuat persatuan dan kerja organisasi.
“Kita berkumpul bukan karena sama, tetapi karena tujuan yang sama. Mari kita kawal Ketua Umum terpilih bukan sebagai penonton, tetapi sebagai partner yang bekerja dengan nalar dan dedikasi,” pungkas Ali.
Menurutnya, Kongres SEMMI sebagai forum tertinggi organisasi harus dihormati dan ditaati seluruh kader demi menjaga keberlanjutan perjuangan SEMMI untuk umat, bangsa, dan organisasi. (AR-SR)















