Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

IIGCE 2026 Siap Digelar di Jakarta, Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Konvensi Panas Bumi Internasional

×

IIGCE 2026 Siap Digelar di Jakarta, Presiden Prabowo Dijadwalkan Membuka Konvensi Panas Bumi Internasional

Sebarkan artikel ini
Logo resmi IIGCE 2026, ajang geothermal internasional yang akan digelar pada 19–21 Agustus 2026 di JICC, Jakarta. Foto: Dok. IIGCE 2026.

DJITUBERITA, JAKARTA – Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) ke-12 akan kembali digelar pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Ajang ini menjadi salah satu forum panas bumi geothermal terbesar di dunia yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga pakar energi dari berbagai negara.

Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 akan menghadirkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai keynote speaker, didampingi jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Wakil Menteri ESDM Supremasi Santoso, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Todotua Pasaribu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri ESDM sekaligus Chairperson IIGCE 2026 Eniya Listiani Dewi, Presiden Direktur PT SMI Juli Hadi, Senior Vice President PLN Suroso Isnandar, serta Gubernur Maluku Sherly Tjoanda.

Turut hadir pula para pemimpin industri energi nasional dan internasional, yaitu Pradana Indraputra, Taku Kimura, Ahmad Yani, Supriodinata Marza, Remi Harrimanda, Dr. Yan Tang, Suharsono Darmono, Brian Groody, Daniel Wilson, dan Hans Dick sebagai pembicara yang akan berbagi pengalaman, inovasi, serta strategi pengembangan energi panas bumi di tingkat global.

Mengusung semangat memperkuat transisi energi, IIGCE 2026 diharapkan menjadi wadah untuk membahas perkembangan teknologi, investasi, kebijakan, hingga peluang kerja sama dalam pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT).

Selain sesi konferensi ilmiah dan diskusi kebijakan, penyelenggara juga akan menghadirkan pameran industri yang menampilkan inovasi teknologi panas bumi, solusi dekarbonisasi, serta peluang investasi sektor energi berkelanjutan.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia.

Karena itu, penyelenggaraan IIGCE dinilai strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan industri geothermal sekaligus mendukung target transisi menuju energi bersih dan ketahanan energi nasional.

Melalui forum ini, pemerintah, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat memperluas kolaborasi guna mempercepat pemanfaatan energi panas bumi sebagai salah satu tulang punggung bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai negara dengan salah satu potensi panas bumi terbesar di dunia, Indonesia memanfaatkan IIGCE 2026 sebagai ajang memperkuat kerja sama internasional, mendorong investasi, serta mempercepat pengembangan energi panas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *