Jakarta – Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Nasional menggelar Rapat Pleno Nasional di KAHMI Centre, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).
Rapat pleno ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyelarasan arah strategis program FORHATI dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Rapat dihadiri jajaran pimpinan dan pengurus FORHATI Nasional, mulai dari Koordinator Presidium, Presidium, Sekretaris Jenderal beserta jajaran, Bendahara Umum, para Ketua Bidang, hingga Pengurus Harian. Kehadiran lintas bidang tersebut mencerminkan komitmen FORHATI dalam memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Dalam rapat pleno, pengurus membahas pemaparan arah strategis organisasi, evaluasi pelaksanaan program kerja, serta perumusan dan penyelarasan program prioritas satu tahun ke depan. Fokus utama diarahkan pada penguatan koordinasi internal agar seluruh program berjalan efektif dan relevan dengan kebutuhan nasional.
Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Anita Ariyani, menegaskan bahwa rapat pleno merupakan ruang penting untuk menyatukan visi dan langkah seluruh elemen organisasi. Menurutnya, FORHATI memiliki peran strategis dalam menyiapkan kepemimpinan perempuan Muslimah yang mampu menjawab tantangan zaman.
“FORHATI memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk menghadirkan kepemimpinan perempuan Muslimah yang progresif, profesional, dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” ujar Anita.
Ia menjelaskan, FORHATI telah menetapkan program lima tahunan dengan fokus pada penguatan swasembada pangan melalui pemberdayaan perempuan, penanganan stunting dan penguatan kesehatan keluarga, serta penguatan seni dan budaya bagi bangsa dan generasi muda.
Dalam konteks swasembada pangan, FORHATI mulai membangun kolaborasi dengan organisasi perempuan tani. Anita menyebutkan, FORHATI telah menjalin kerja sama dengan Wanita Tani HKTI, organisasi perempuan di bawah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), sebagai langkah awal merealisasikan program tersebut.
“Program swasembada pangan FORHATI sudah mulai berjalan melalui kerja sama dengan Wanita Tani HKTI. Kolaborasi ini kami arahkan agar sejalan dengan kebijakan pemerintah, dengan pelibatan aktif perempuan dalam sektor pertanian,” kata Anita, yang juga menjabat Ketua Umum Wanita Tani HKTI.
Selain perumusan program, rapat pleno juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang telah dijalin FORHATI Nasional dengan berbagai pihak. Menurut Anita, masih terdapat kerja sama yang belum terealisasi secara optimal dan menjadi perhatian serius pengurus ke depan.
“Kami mengevaluasi beberapa MoU yang belum berjalan maksimal. Ini menjadi pekerjaan rumah agar seluruh kerja sama dapat segera direalisasikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Rapat Pleno FORHATI Nasional sekaligus Ketua Bidang Seni dan Budaya FORHATI Nasional, Encop Sophia, menegaskan bahwa rapat pleno dirancang sebagai forum evaluasi strategis agar setiap program memiliki arah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
“Rapat pleno ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang evaluasi dan penyelarasan agar setiap program FORHATI benar-benar berdampak nyata,” kata Encop Sophia.
Ia menambahkan, penguatan seni dan budaya menjadi salah satu fokus penting FORHATI ke depan, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keindonesiaan kepada generasi muda.
Melalui rapat pleno ini,
FORHATI Nasional menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan Indonesia. Rekomendasi strategis yang dihasilkan diharapkan menjadi pijakan kerja organisasi yang efektif dan berdampak bagi umat dan bangsa.(rilis)















