TOBOALI, DJITUBERITA.COM – Direktur RSUD Junjung Besaoh Bangka Selatan, dr. Helen Sukendy, memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya ZH, siswa SDN 22 Toboali yang sempat ramai diberitakan sebagai korban dugaan bullying.
Dalam konfirmasi yang dilakukan Senin malam (28/7), dr. Helen menjelaskan bahwa ZH pertama kali datang ke RSUD pada Selasa siang (22/7) bersama keluarganya, dengan keluhan utama berupa demam dan sakit perut.
“Pasien datang dengan kondisi perut yang keras dan mengalami kesakitan hebat. Setelah diperiksa tim medis, ditemukan adanya infeksi di bagian perut. Pasien kemudian dirujuk ke dokter bedah dan di diagnosis mengalami infeksi usus,” terang Helen.
Tindak operasi terhadap ZH dilakukan pada Jumat (25/7) setelah kondisi infeksi memburuk. “Selama tiga hari dirawat, kondisi pasien sempat membaik namun mengalami kontraksi karena infeksinya cukup berat. Hingga akhirnya, pada Minggu pagi (27/7), pasien dinyatakan meninggal dunia,” tambahnya.
Pihak RSUD Junjung Besaoh menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya luka fisik yang mengarah pada kekerasan atau dugaan penganiayaan. Diagnosis murni mengarah pada gangguan infeksi usus yang berkembang cepat dan fatal,”tutupnya singkat. (*)















