Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang sebagai janji utama Presiden Prabowo Subianto kini berubah menjadi polemik besar. Alih-alih menyehatkan, ribuan siswa justru mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan MBG di sejumlah daerah.
Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP), wadah aktivis yang konsisten mengawal program Presiden Prabowo, menilai ada kegagalan serius di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN). Mereka bahkan menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Kepala BGN, Dadan Hindayana.
“BGN di bawah Dadan Hindayana gagal mengakselerasi pelaksanaan MBG. Akibatnya, ribuan siswa keracunan, muntah, demam, hingga dirawat di rumah sakit. Negara ingin memberi makan bergizi, tetapi justru berubah menjadi makan beracun gratis!
Presiden harus segera menghentikan sementara MBG dan mengevaluasi total BGN. Bila perlu, Dadan Hindayana harus dicopot,” tegas Joko Priyoski, Presidium KKMP sekaligus Ketua Umum DPP KAMAKSI dalam keterangan tertulis,Kamis (25/9/2025).
Data terbaru menunjukkan lebih dari 5.000 anak keracunan, dengan mayoritas kasus terjadi di Jawa Barat. Bahkan, laporan masyarakat menyebut jumlahnya bisa tembus 6.000 kasus.
Kasus paling mencolok terjadi di Bandung Barat. Pemerintah setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah ratusan siswa di Kecamatan Cipongkor jatuh sakit usai menyantap menu MBG. Hingga Rabu (24/9), jumlah korban mencapai 411 siswa.
Kondisi ini menimbulkan kepanikan orang tua. Alih-alih tenang karena anak mendapat asupan bergizi di sekolah, justru antrean panjang di IGD dan kekhawatiran massal yang muncul.
Perlu diketahui: Program MBG sejatinya ditopang dengan dana jumbo. Kementerian Keuangan mencatat hingga 8 September 2025, realisasi anggaran MBG baru Rp 13 triliun atau 18,3 persen dari pagu Rp 71 triliun. Dana tersebut untuk melayani 22,7 juta penerima.
Namun, pembangunan dapur MBG juga berjalan lamban: baru 8.344 unit atau 26,9 persen dari target 31 ribu hingga akhir 2025.
Lebih jauh, dalam APBN 2026, alokasi untuk MBG melonjak drastis menjadi Rp 335 triliun, menyedot porsi besar dari anggaran pendidikan Rp 757,8 triliun. Bandingkan dengan beasiswa pendidikan yang hanya Rp 57,7 triliun, atau dana untuk guru non-PNS dan dosen non-PNS yang Rp 91,4 triliun.
Sementara itu, Ramadhan Isa Kornas POROS MUDA NU sekaligus tokoh KKMP, menegaskan program MBG tidak boleh dijalankan dengan standar seadanya.
“Ribuan keracunan MBG adalah bukti kelemahan BGN. Negara harus memastikan makan bergizi menghadirkan kesehatan, bukan penyakit,”ungkap Ramadhan Isa (25/9).
Pertahanan bangsa dimulai dari anak-anak yang sehat, bukan dari klaim rumah sakit akibat pangan beracun. KKMP menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Kepala BGN Dadan Hindayana. Presiden Prabowo harus segera bertindak,” pungkasnya.















