Jakarta – Ahmad Dhani kembali membuat gebrakan yang tak bisa diabaikan. Pentolan Dewa 19 itu resmi meluncurkan Dewa 19 Restography Java Rock di kawasan elite Kemang, Jakarta Selatan. Bukan sekadar restoran biasa, tempat ini hadir sebagai pernyataan budaya yang memadukan musik rock, sejarah Jawa, dan kemewahan heritage kolonial.

Berlokasi di rumah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1922, bangunan bersejarah tersebut disulap menjadi ruang kuliner premium dengan nilai historis tinggi. Tak main-main, Dhani mengucurkan dana hingga Rp10 miliar demi menjaga keaslian arsitektur sekaligus menghidupkan atmosfer klasik yang kian langka di Jakarta.
Sejak melangkah masuk, nuansa masa lalu langsung terasa kuat. Tiang penyangga, kusen jendela, hingga lantai bangunan dibiarkan tetap utuh menggunakan material asli berusia lebih dari satu abad.

“Ini rumah Belanda asli. Tiang, kusen, lantai, semuanya masih sejak 1922,” ungkap Ahmad Dhani saat peresmian di Kemang.Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026) dilansir Radarjakarta.id
Keputusan mempertahankan elemen autentik ini menjadi pembeda utama dibanding restoran modern yang sekadar mengandalkan estetika visual tanpa jiwa sejarah.
Daya tarik lain Restography Java Rock terletak pada koleksi visual bersejarahnya. Dinding restoran dipenuhi foto langka Raja-Raja Jawa abad ke-19, mulai dari Kasunanan Surakarta hingga Kesultanan Yogyakartadi antaranya Pakubuwono VIII–XII dan Hamengkubuwono VI–IX.
Untuk tokoh sebelum era fotografi, Dhani menghadirkan lukisan Pakubuwono I (Pangeran Puger), pendiri Dinasti Mataram Islam, sebagai simbol akar sejarah Jawa.
“Fotografi itu sudah ada sejak 1850-an. Ini bukan hiasan, tapi edukasi sejarah,” kata Dhani.
Detail autentik juga terlihat pada pencahayaan. Seluruh lampu yang digunakan merupakan lampu antik asli peninggalan Belanda, bukan replika, dan diklaim tidak ada satu pun yang sama menjadikan interior restoran benar-benar eksklusif.
Renovasi yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026 dikerjakan dengan sentuhan personal. Dhani mengaku turun langsung mengatur dekorasi dan tata cahaya agar atmosfer rock klasik berpadu harmonis dengan nuansa Jawa.
Dari sisi kuliner, Dhani menyebut restorannya sebagai salah satu tempat “paling kalcer” di Jakarta. Menu disusun seimbang: 50 persen Western dan 50 persen Nusantara, menyasar penikmat fine dining tanpa meninggalkan identitas lokal.
Pengunjung juga disuguhi kurasi video klip Dewa 19 yang dipilih langsung oleh Dhani. Ia bahkan berani menyebut atmosfer musik di restorannya melampaui Hard Rock Cafe Los Angeles, yang menjadi inspirasi awal konsep ini.
Nama Java Rock sendiri bukan ide instan. Konsep tersebut telah dipikirkan Dhani sejak 12 tahun lalu, sebelum akhirnya terwujud di Kemang.
Ke depan, ekspansi pun terbuka. Surabaya disebut sebagai target berikutnya, dengan satu syarat mutlak: harus menempati bangunan heritage bersejarah.
Grand opening Dewa 19 Restography Java Rock turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Fadli Zon, menandai dimulainya perjalanan baru restoran ini dalam ekosistem gaya hidup berbasis musik dan budaya.
“Ini ruang autentik tempat rasa, musik, dan budaya bertemu dalam satu energi,” ujar Leonard Darmawan, CEO Javarock Dewa 19 Restography.
Dengan konsep yang berani, historis, dan sarat identitas, Dewa 19 Restography Java Rock tak sekadar menambah daftar tempat makan di Jakarta, tetapi berpotensi menjadi ikon baru kuliner-budaya ibu kota. (rilis)















