DJITUBERITA,SOLO – Michael Bimo Putranto, tokoh yang pernah aktif dalam politik lokal Solo dan dikenal memiliki kedekatan dengan lingkungan Joko Widodo, menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tetap menjaga soliditas politik hingga 2029.
Menurut Bimo, hubungan Prabowo dan Jokowi merupakan bagian penting dari kesinambungan pemerintahan. Karena itu, dinamika politik maupun pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik dinilai tidak seharusnya berkembang menjadi persoalan yang memicu keretakan.
Bimo menggambarkan pentingnya kebersamaan tersebut dengan pepatah Jawa, “rawe-rawe rantas, malang-malang putung”, serta ungkapan “tiji tibeh” atau “mati siji, mati kabeh”.
Menurut dia, ungkapan tersebut mencerminkan semangat untuk tetap bersatu menghadapi berbagai tantangan dan mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Soroti Pernyataan Budi Arie
Bimo juga menyayangkan pernyataan Budi Arie Setiadi yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia mempertanyakan mengapa pernyataan tersebut muncul dan mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam komunikasi politik.
“Jangan sampai ada kesan bahwa pernyataan-pernyataan seperti itu sengaja disebarkan untuk membangun persepsi tertentu dan memunculkan jarak di antara kekuatan yang selama ini bersama-sama membangun pemerintahan,” ujar Bimo.
Ia berharap para pendukung Jokowi dapat mengesampingkan perbedaan dan kepentingan politik jangka pendek. Menurutnya, energi politik dan sosial sebaiknya diarahkan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran menjalankan program pembangunan hingga 2029.
“Yang paling penting sekarang adalah bahu-membahu membangun negeri bersama Prabowo Subianto. Jangan sampai energi kita habis untuk polemik politik internal. Fokus sampai 2029 adalah bagaimana pemerintahan ini berhasil dan pembangunan berjalan,” katanya.
Kritik Tetap Diperlukan
Bimo menegaskan dukungan kepada pemerintah tidak harus dimaknai sebagai hilangnya sikap kritis.
Menurut dia, kritik dan perbedaan pandangan tetap diperlukan dalam demokrasi. Namun, penyampaiannya harus konstruktif dan tidak menjadi pemicu perpecahan.
Ia juga mengajak kelompok yang sebelumnya berada dalam barisan pendukung Jokowi maupun Prabowo untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan.
“Jangan sampai kita terjebak pada persoalan siapa yang paling benar atau siapa yang paling berjasa. Saat ini yang dibutuhkan adalah kebersamaan, kerja nyata, dan memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran sukses sampai 2029,” pungkasnya.(rilis)















