Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaInternasional

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA ke Forum PBB di New York, KAMAKSI Apresiasi Transformasi Layanan Air Jakarta

436
×

Arief Nasrudin Bawa PAM JAYA ke Forum PBB di New York, KAMAKSI Apresiasi Transformasi Layanan Air Jakarta

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama PAM JAYA DKI Jakarta - Arief Nasrudin (paling kanan, berkacamata) bersama peserta Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat. Foto: PAM JAYA DKI.

DJITUBERITA,JAKARTA – Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, membawa pengalaman pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta ke forum internasional Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat, dalam rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 atau 81st UN General Assembly.

Arief disebut menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam forum yang mempertemukan sejumlah CEO dan pemimpin bisnis global tersebut.

Kehadiran PAM JAYA dalam forum itu merupakan undangan dari Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates/UAE) selaku penyelenggara.

Partisipasi tersebut menjadi kesempatan bagi PAM JAYA untuk memperkenalkan pengalaman Jakarta dalam mengembangkan infrastruktur air minum, memperluas cakupan layanan, serta memperkuat keberlanjutan sumber daya air di tengah pertumbuhan kota metropolitan.

Dalam forum tersebut, para pemimpin bisnis global membahas investasi sektor air sebagai salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Arief memaparkan tantangan dan peluang pengembangan layanan air minum perpipaan di Jakarta, mulai dari kebutuhan investasi, revitalisasi jaringan, peningkatan kualitas pelayanan, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung efisiensi operasional.

PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menyiapkan pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik serta pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.

Perluasan layanan ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap air tanah yang berkaitan dengan persoalan penurunan muka tanah di Jakarta.

Pengembangan infrastruktur air minum perpipaan juga diharapkan memperkuat ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan.

KAMAKSI Apresiasi Langkah PAM JAYA di Forum Internasional

Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, mengapresiasi langkah PAM JAYA di bawah kepemimpinan Arief Nasrudin yang membawa pengalaman pengelolaan air Jakarta ke forum internasional di New York.

Menurut Joko, keikutsertaan PAM JAYA dalam forum yang mempertemukan para pemimpin bisnis global tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan transformasi pengelolaan layanan air minum perpipaan Jakarta kepada komunitas internasional.

Partisipasi tersebut juga dinilai dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta menjajaki peluang investasi yang mendukung peningkatan kualitas layanan air bagi masyarakat.

Joko juga menilai upaya memperluas cakupan layanan, memperbarui infrastruktur, dan mengembangkan pemanfaatan teknologi merupakan bagian penting dalam menjawab tantangan penyediaan air minum di Jakarta.

Dari perspektif tata kelola, pengembangan infrastruktur dan investasi sektor air perlu diiringi prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengawasan yang memadai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Pengelolaan air minum yang berkelanjutan, menurut pandangan tersebut, tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan dan teknologi, tetapi juga tata kelola perusahaan yang baik serta penggunaan anggaran yang bertanggung jawab.

Arief Nasrudin Dorong Investasi dan Revitalisasi Jaringan Air

Kebutuhan investasi menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan layanan PAM JAYA. Revitalisasi jaringan perpipaan terus didorong untuk meningkatkan kualitas distribusi air sekaligus menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).

Sebagian jaringan perpipaan yang telah berusia lebih dari dua dekade membutuhkan pembaruan agar distribusi air dapat berlangsung lebih efisien dan potensi kebocoran dapat diminimalkan.

Karena itu, PAM JAYA membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis, termasuk melalui penjajakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk mendukung kebutuhan investasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur.

Dalam rangkaian pertemuan di New York, PAM JAYA juga melakukan penjajakan awal dengan sejumlah pemimpin bisnis mengenai potensi pengembangan skema pembiayaan alternatif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pendanaan bagi pengembangan layanan air minum perpipaan di Jakarta.

Selain pembiayaan infrastruktur, PAM JAYA turut menjajaki peluang kerja sama di sektor water cooling untuk mendukung kebutuhan pendinginan pusat data atau data center.

Penjajakan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengidentifikasi potensi peran layanan air dalam mendukung perkembangan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital yang membutuhkan sistem pendinginan berkelanjutan.

Transformasi Digital PAM JAYA Dukung Efisiensi Layanan

Di samping pengembangan infrastruktur fisik, PAM JAYA juga melakukan transformasi melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan.

Sejumlah teknologi yang dikembangkan meliputi smart water meter, integrated billing system, dan enterprise resource planning (ERP). Pemanfaatan sistem tersebut diarahkan untuk meningkatkan akurasi data, efisiensi operasional, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi yang terintegrasi.

Transformasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi tantangan pengelolaan layanan air minum di kota besar, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan, mengoptimalkan distribusi, dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya.

Arief Nasrudin menegaskan bahwa air memiliki peran strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Keterlibatan PAM JAYA dalam Private CEO Roundtable di New York menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dan pertukaran pengalaman pengelolaan air minum di tingkat internasional.

Melalui forum tersebut, PAM JAYA berupaya memperkenalkan berbagai inisiatif pengembangan layanan air di Jakarta sekaligus menjajaki peluang kerja sama strategis untuk mendukung kebutuhan investasi dan pembangunan infrastruktur.

Berbagai agenda pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Jakarta pada masa mendatang.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *