Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Andrianto Andri: Mahasiswa Harus Menjadi Mitra Kritis dalam Penguatan Konstitusi, Soroti Tingginya Biaya Politik

×

Andrianto Andri: Mahasiswa Harus Menjadi Mitra Kritis dalam Penguatan Konstitusi, Soroti Tingginya Biaya Politik

Sebarkan artikel ini
Andrianto Andri, aktivis sosial sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 1998, memberikan keterangan pers usai Seminar Nasional "Telaah Terhadap Stabilitas Nasional" di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Foto: Dok. DJITUBERITA.

DJITUBERITA,JAKARTA – Jaga Republik Indonesia (JARI) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Telaah Terhadap Stabilitas Nasional” di Candi Singosari Ballroom, Lantai 2 Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Seminar ini menjadi ruang diskusi akademik yang mengulas kembali Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia.

Selain meninjau aspek historis, forum ini juga membahas relevansi konstitusi dalam menghadapi tantangan stabilitas nasional di tengah dinamika politik, ekonomi, dan geopolitik global.

Baca Selengkapnya: JARI Gelar Seminar Telaah Stabilitas Nasional, Bedah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga Tantangan Geopolitik Indonesia

Aktivis sosial sekaligus Eksponen Angkatan Reformasi 1998, Andrianto Andri, menyampaikan bahwa seminar tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi implementasi konstitusi setelah empat kali amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, diskursus mengenai konstitusi perlu terus dikembangkan secara ilmiah guna menilai apakah sistem ketatanegaraan yang berlaku saat ini masih mampu menjawab perkembangan zaman atau memerlukan penyempurnaan melalui mekanisme konstitusional.

Yang terpenting adalah bagaimana konstitusi tetap mampu menjawab kebutuhan bangsa tanpa mengabaikan prinsip negara hukum dan demokrasi,” ujarnya usai mengikuti seminar.

Andrianto juga mengapresiasi kehadiran kalangan mahasiswa dalam forum tersebut. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turut memberikan gagasan kritis dan konstruktif kepada pemerintah terkait penguatan supremasi hukum serta perbaikan tata kelola demokrasi di Indonesia.

Ia menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi bangsa adalah tingginya biaya politik (political cost) yang berdampak pada kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan. Karena itu, menurutnya, diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem politik nasional agar lebih efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan antara akademisi, mahasiswa, aktivis, dan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat kehidupan konstitusional serta menjaga stabilitas nasional melalui pendekatan ilmiah dan demokratis.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi kegiatan media Djituberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *