
DJITUBERITA,JAKARTA – TNI Fair 2026 di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, tidak hanya menghadirkan kendaraan tempur dan berbagai teknologi pertahanan. Sejumlah produk persenjataan buatan industri pertahanan dalam negeri, PT Pindad (Persero), turut menjadi bagian dari pameran yang digelar pada 19–20 September 2026.
Pameran tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 TNI yang puncaknya akan berlangsung pada 5 Oktober 2026 di Monas. Kementerian Pertahanan menyebut TNI Fair menjadi ruang interaksi antara TNI dan masyarakat melalui pameran alutsista, edukasi pertahanan, teknologi militer, serta kegiatan sosial.

Salah satu perhatian pengunjung tertuju pada deretan persenjataan produksi Pindad. Perusahaan pertahanan nasional itu secara resmi menyebut sejumlah produk yang dibawa dalam TNI Fair 2026.
Di antaranya SS3-M1, SS Blackout, SS Amphibious, SS2-V4 A2, DMR SPM-1 dan DMR SPM-2. Untuk kategori senapan mesin, Pindad menampilkan SM2 dan SM3, serta senapan mesin berat SMB kaliber 12,7 mm.
Pameran juga mencakup senapan penembak runduk SPR2 dan SPR3, pistol G2 Combat dan G2 Elite, serta mortir kaliber 60 mm dan 80 mm.
Salah satu yang menarik perhatian adalah SS Amphibious. Berdasarkan spesifikasi resmi Pindad, senapan tersebut dikembangkan untuk kebutuhan operasi di darat, perairan, kawasan pantai hingga bawah air. Pindad menyebut senjata ini dikembangkan dari platform SS2-V4 HB.
Sementara itu, SPM-1 merupakan senapan kaliber 5,56 x 45 mm yang dirancang khusus untuk peran Designated Marksman Rifle (DMR). Data resmi Pindad mencatat senjata tersebut berbasis platform SS2 dan menggunakan sistem operasi gas operated.
Tak hanya senjata individu, produk Pindad juga tersebar di sejumlah stan satuan TNI. Pindad mencatat Badak 6×6 dengan kanon 90 mm dan Medium Tank Harimau dengan kanon 105 mm ditampilkan pada stan Pussenkav.
Sementara sejumlah senjata Pindad lainnya berada di stan Pussenif
Pindad.

Dari pantauan Djituberita.com di lokasi, keberadaan stan persenjataan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat. Pengunjung dapat melihat dari dekat perlengkapan pertahanan yang selama ini lebih sering mereka saksikan melalui pemberitaan atau dokumentasi resmi.
Namun, pameran tersebut tidak dimaksudkan sekadar mempertontonkan persenjataan. Kemhan menyebut TNI Fair juga membawa unsur edukasi pertahanan, informasi profesi dan pendaftaran TNI, simulator virtual reality, atraksi prajurit, layanan kesehatan serta kegiatan sosial.
TNI Fair 2026 berlangsung dua hari, 19–20 September 2026, sedangkan puncak HUT ke-81 TNI dijadwalkan pada 5 Oktober 2026 di Monas.
Puncak peringatan tersebut akan diisi parade dan defile, dengan rencana keterlibatan sekitar 51.000 personel serta sekitar 900 alutsista.

Dengan demikian, TNI Fair menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat bukan hanya alutsista yang dimiliki TNI, tetapi juga kemampuan industri pertahanan nasional dalam menghasilkan berbagai jenis perlengkapan untuk kebutuhan pertahanan.
Dari senapan serbu hingga senapan penembak runduk, dari pistol hingga senapan mesin, deretan produk Pindad di TNI Fair 2026 memperlihatkan salah satu sisi perkembangan industri pertahanan Indonesia yang dipertontonkan langsung kepada masyarakat.(red)















