DJITUBERITA,BANGKA – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangka mencatat sekitar 2.000 warga keluar dari program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kementerian Sosial (Kemensos).
Kepala Dinsos Kabupaten Bangka, Baharudin Bafa, mengatakan perubahan status tersebut terjadi karena berbagai faktor, mulai dari peningkatan taraf hidup hingga persoalan judi online (judol) yang terdeteksi dalam pemutakhiran data penerima bantuan.
Hal itu disampaikan Baharudin kepada awak media seusai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sungailiat.
Menurut Baharudin, warga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan pada desil 1 hingga desil 5 dapat berpindah ke desil yang lebih tinggi setelah kondisi sosial dan ekonominya mengalami perubahan.
“Ribuan warga yang dikeluarkan dari sistem DTSEN adalah warga yang masuk dalam desil 1 sampai desil 5 yang selama ini tercatat menerima bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Baharudin.
Ia menjelaskan, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi basis pemutakhiran data penerima bantuan. Status masyarakat dalam setiap desil dapat berubah secara dinamis mengikuti perkembangan kondisi sosial dan ekonomi.
Baharudin menambahkan, sekitar 2.000 warga yang keluar dari program KPM atau bergeser ke desil 6 hingga desil 10 tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Bangka.















