DJITUBERITA,BANGKA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka mendorong pelajar untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Aksi Sekolah Komunikasi dan Edukasi Tata Kelola Sampah (Gas Kieta) yang menyasar pelajar tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat di seluruh Kabupaten Bangka.
Kepala DLH Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengatakan program tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
“Anak-anak kita dari kecil sudah kita didik bagaimana memilah sampah dengan baik dan mengetahui sampah yang memiliki nilai ekonomis,” kata Boy Yandra, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat dipisahkan dan dikumpulkan di lingkungan sekolah. Sampah tersebut nantinya akan diambil oleh DLH Kabupaten Bangka dan dihargai berdasarkan jumlah yang terkumpul.
Menurut Boy, hasil penjualan sampah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tabungan sekolah.
“Kalau yang ekonomis kita pisahkan, kemudian yang basah baru kita buang. Sampah yang bernilai ekonomis bisa disimpan di sekolah. Nanti pihak DLH akan mengambil dan membayar sesuai dengan banyaknya. Hasil sampah yang dijual itu menjadi tabungan sekolah,” ujarnya.
Boy menilai, pengelolaan sampah dari sumbernya memiliki manfaat ganda. Selain membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kebiasaan tersebut juga memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai nilai ekonomi dari sampah yang selama ini dianggap tidak berguna.
Sementara itu, salah seorang guru SMP di Sungailiat, Meldami, mengapresiasi pelaksanaan program Gas Kieta.
Menurutnya, edukasi mengenai lingkungan perlu diberikan secara konsisten sejak dini agar kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian dari kebiasaan anak-anak.
“Program ini baik untuk menanamkan kesadaran kepada anak-anak sejak dini, terutama berkaitan dengan lingkungan. Dengan begitu, mereka mengetahui pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Melalui program Gas Kieta, DLH dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka berharap budaya memilah dan mengelola sampah dapat tumbuh di lingkungan sekolah sekaligus membentuk generasi muda yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.















