Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Jusuf Kalla Lantik Pengurus BKMM-DMI 2026–2031, Ferry Juliantono Dorong Koperasi Masjid

×

Jusuf Kalla Lantik Pengurus BKMM-DMI 2026–2031, Ferry Juliantono Dorong Koperasi Masjid

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum DMI Jusuf Kalla melantik Pengurus Pusat BKMM-DMI Periode 2026–2031 sekaligus membuka Rakernas I BKMM-DMI di Auditorium Al-Quddus, Universitas YARSI, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

DJITUBERITA,JAKARTA – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, secara resmi melantik Pengurus Pusat Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Periode 2026–2031 sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I BKMM-DMI di Auditorium Al-Quddus, Universitas YARSI, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta menyusun arah kebijakan dan program kerja BKMM-DMI untuk lima tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa majelis taklim harus berkembang menjadi pusat pembinaan umat yang tidak hanya berorientasi pada dakwah, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat dakwah Islam, membangun ketahanan keluarga, mencetak generasi berakhlak mulia, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

“Majelis taklim harus mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Jusuf Kalla.

Ia berharap kepengurusan BKMM-DMI periode 2026–2031 mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga keberadaan majelis taklim semakin dirasakan di tengah umat.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Nora Yosse Novia, S.H., M.H. resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat BKMM-DMI Periode 2026–2031. Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat sinergi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan majelis taklim, serta mengembangkan program yang berorientasi pada pemberdayaan umat.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, mengajak seluruh jajaran BKMM-DMI menjadikan koperasi masjid sebagai motor penggerak ekonomi umat.

Menurut Ferry, sejak masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai pengembangan koperasi masjid sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Karena itu, koperasi masjid dinilai dapat menjadi solusi untuk memperkuat pelaku UMKM, mengurangi angka kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan jamaah.

Ferry mendorong lahirnya berbagai unit usaha berbasis masjid, mulai dari Baitul Maal wat Tamwil (BMT), toko kebutuhan pokok, hingga koperasi simpan pinjam syariah. Ia juga mengajak seluruh pengurus memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan kas masjid, zakat, infak, dan kegiatan ekonomi agar lebih transparan, akuntabel, serta profesional.

“Ibu-ibu majelis taklim harus naik kelas menjadi pelaku usaha. Modalnya berasal dari koperasi, sedangkan pasarnya berasal dari jaringan jamaah,” kata Ferry.

Ia menambahkan, Kementerian Koperasi siap memberikan dukungan melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelatihan manajemen koperasi, akses pembiayaan, hingga pendampingan legalitas usaha.

Selain itu, Ferry mengingatkan pentingnya menjaga transparansi dalam pengelolaan dana umat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dapat berjalan lebih optimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, yang mengajak BKMM-DMI memperkuat moderasi beragama dan meningkatkan kualitas dakwah. Sementara itu, Direktur Universitas YARSI, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., mengapresiasi pelaksanaan Rakernas sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Rakernas I BKMM-DMI juga membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penyelarasan visi organisasi, penyusunan program kerja setiap bidang, penguatan koordinasi antara pengurus pusat dan daerah, serta strategi memperkuat peran majelis taklim dalam pembinaan dan pemberdayaan umat di seluruh Indonesia.(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *