DJITUBERITA,JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI Angkatan Darat di kancah internasional. Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania sekaligus meraih gelar Master in Management and Strategic Studies dengan predikat Excellent.

Prosesi wisuda dan penutupan pendidikan RJNDC Angkatan ke-23 Tahun Akademik 2025–2026 berlangsung di Amman, Yordania, Senin (15/6/2026).
Acara tersebut dipimpin oleh Pangeran Faisal bin Al Hussein, adik Raja Yordania Abdullah II, dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Yordania serta perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono.
RJNDC, yang sebelumnya dikenal sebagai Royal Jordanian War College (RJWC), merupakan lembaga pendidikan strategis setingkat Lemhannas yang menyiapkan calon pemimpin sipil dan militer pada level strategis nasional. Pendidikan berlangsung selama satu tahun, mulai 29 Juni 2025 hingga 15 Juni 2026.
Pada tahun akademik ini, RJNDC diikuti 146 peserta yang terdiri atas 74 peserta dari Yordania dan 72 peserta internasional dari 13 negara sahabat, yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania.

Selain menuntaskan pendidikan strategis di RJNDC, Kolonel Achmad Fikri juga termasuk dalam kelompok peserta yang mengikuti program magister. Dari total 146 peserta, sekitar 70 orang mengambil program akademik tersebut dan berhak memperoleh gelar Master in Management and Strategic Studies.
Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences atau Diploma Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Nasional dan Ilmu Militer.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah bagi TNI. Untuk pertama kalinya, seorang prajurit TNI mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di RJNDC Yordania. Capaian ini dinilai mencerminkan kualitas sumber daya manusia TNI AD yang mampu bersaing di lingkungan pendidikan strategis internasional.
Pendidikan di RJNDC membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, manajemen sumber daya nasional, hingga proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis dalam menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks.
Keikutsertaan prajurit TNI AD dalam berbagai lembaga pendidikan strategis dunia merupakan bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berwawasan global. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara di masa depan.
Sumber: Dispenad















