DJITUBERITA,JAKARTA – Aktivis Reformasi 1998 dan Pengamat Kebijakan Publik Andrianto Andri menilai pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia.
Menurut Andrianto, susunan kepemimpinan baru BGN memiliki kombinasi kapasitas yang saling melengkapi untuk memperkuat tata kelola, efektivitas pelaksanaan program, serta menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tersebut.
Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang komunikasi publik dan pemahaman yang baik terhadap visi pembangunan Presiden Prabowo.
Kemampuan tersebut diyakini dapat memperkuat koordinasi sekaligus memastikan tujuan program tersampaikan secara efektif kepada masyarakat.
Selain itu, Agustina Arumsari yang dipercaya sebagai Wakil Kepala BGN memiliki latar belakang kuat dalam bidang keuangan dan pengawasan.
Sementara Mayjen TNI Trenggono dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan, manajerial, serta kemampuan pengorganisasian yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program berskala nasional.
“Kombinasi ini memberikan harapan baru. Pengalaman komunikasi publik, penguatan tata kelola keuangan, dan kemampuan manajemen organisasi menjadi modal penting untuk membawa BGN bekerja lebih efektif,” kata Andrianto (3/6) di Jakarta.
Ia menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya mendukung penuh keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap bentuk penyimpangan maupun tindakan yang berpotensi menghambat pelaksanaan program harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima manfaat di berbagai daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis harus terus dilanjutkan karena ini merupakan investasi besar bangsa. Kita sedang berbicara tentang masa depan jutaan anak Indonesia yang kelak akan menjadi penopang Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Andrianto mengingatkan bahwa program yang menyangkut masa depan generasi bangsa tidak boleh dicederai oleh kepentingan sempit ataupun ulah segelintir oknum yang dapat mengganggu pelaksanaannya.
Menurutnya, fokus seluruh pihak seharusnya diarahkan pada penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pergantian pimpinan BGN sebagai bagian dari langkah konsolidasi pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Dalam struktur baru tersebut, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian kepemimpinan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dengan kepemimpinan baru, publik berharap BGN mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi instrumen penting dalam membangun generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(red)















