Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Utama

Salah Jam Ngopi Bikin Loyo, Dokter Cantik Ini Sarankan Atur Waktunya

×

Salah Jam Ngopi Bikin Loyo, Dokter Cantik Ini Sarankan Atur Waktunya

Sebarkan artikel ini
Dr. Anna Maurina Singal, M.Gizi, Sp.GK (K), dokter spesialis gizi klinik RSUI yang fokus pada nutrisi dan metabolisme tubuh. Jakarta, Jumat (3/4/2026). (Foto: Istimewa)

Jakarta – Waktu minum kopi ternyata berpengaruh besar terhadap efektivitas kafein dalam tubuh. Dokter gizi klinik mengingatkan, konsumsi kopi sebaiknya disesuaikan dengan ritme biologis agar manfaatnya optimal tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Kebiasaan minum kopi segera setelah bangun tidur masih sering dilakukan banyak orang. Padahal, secara fisiologis, waktu tersebut belum ideal karena tubuh masih memiliki kadar hormon kortisol yang tinggi hormon yang berperan menjaga kewaspadaan alami.

Dalam kondisi ini, konsumsi kafein menjadi kurang efektif karena tubuh sudah berada dalam siaga. Akibatnya, efek kopi yang diharapkan dapat meningkatkan energi justru tidak terasa maksimal.

Dokter spesialis gizi klinik RSUI, dr. Anna Maurina Singal, M.Gizi, Sp.GK (K), menjelaskan bahwa pengaturan waktu konsumsi sangat penting agar metabolisme tubuh dapat merespons kafein dengan optimal.

“Waktu konsumsi berperan besar dalam bagaimana tubuh merespons kafein. Jika dikonsumsi saat hormon kortisol masih tinggi, efeknya tidak maksimal,” ujarnya.

Ia menyebutkan, waktu yang lebih ideal untuk minum kopi adalah pada pukul 09.00 hingga 11.00, saat kadar kortisol mulai menurun. Pada fase ini, kafein dapat bekerja lebih efektif dalam meningkatkan fokus dan produktivitas.

Selain itu, konsumsi kopi pada siang hari, sekitar pukul 13.00 hingga 15.00, masih diperbolehkan sebagai penunjang energi, terutama untuk mengatasi rasa kantuk setelah makan.

Namun, ia mengingatkan agar konsumsi kopi dibatasi pada sore hingga malam hari. Kandungan kafein dapat bertahan dalam tubuh selama 6 hingga 8 jam, sehingga berpotensi mengganggu kualitas tidur jika dikonsumsi terlalu larut.

Penjelasan dokter gizi ini menunjukkan bahwa manfaat kopi tidak hanya bergantung pada jumlah konsumsi, tetapi juga waktu yang tepat.

Ketidaksesuaian waktu konsumsi dengan ritme tubuh dapat membuat kopi terasa kurang efektif, bahkan memicu efek samping seperti gelisah dan insomnia.

Dalam konteks gaya hidup modern, di mana kopi menjadi bagian dari rutinitas harian, pemahaman ini menjadi penting agar konsumsi tetap aman dan bermanfaat.

Mengatur waktu minum kopi sesuai ritme tubuh merupakan langkah sederhana namun berdampak besar. Dengan pola yang tepat, kopi tidak hanya menjadi penambah energi, tetapi juga mendukung produktivitas tanpa mengorbankan kualitas istirahat.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *