BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM – Di tengah sorotan publik yang memanas soal aktivitas PT Swarna Nusa Sentosa (PT SNS) di Desa Tanjung Labu Kecamatan Lepar Kabupaten Bangka Selatan, muncul dugaan serius: benarkah perusahaan sawit ini membabat hutan dan mencaplok lahan desa dan warga?
Yang lebih mencengangkan, sebuah unggahan viral di TikTok menyebut nama Kepala Desa Tanjung Labu, Pindo, diduga memberikan izin terhadap perusahaan tersebut. Tuduhan ini tentu mengejutkan publik dan menimbulkan tanya besar: benarkah ada kompromi kepentingan antara kepala desa dan korporasi?
Redaksi Djituberita.com mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Pindo untuk perimbangan berita dan informasi, melalui pesan WhatsApp (22/6). Dengan bahasa santun, redaksi mengirimkan pesan:
“Assalamualaikum Pak Kades, kami ingin meminta konfirmasi dan klarifikasi soal informasi yang berkembang terkait PT SNS dan lahan warga.”
Namun, jawaban yang diterima justru terbilang singkat dan tak menjawab substansi persoalan.
“Waalaikum Salam pak… Saya tengah sakit. Belum bisa konfirmasi, lagi sakit,” tulis Pindo dalam pesannya.
Respons singkat ini justru memunculkan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Jika memang tidak terlibat, mengapa tidak memberikan klarifikasi tegas? Apakah benar kepala desa sedang tidak bisa memberikan keterangan karena sakit, atau tengah menghindari kontroversi yang sedang membara?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Desa maupun dari PT Swarna Nusa Sentosa. Sementara itu, masyarakat desa terus bertanya-tanya: siapa yang akan melindungi tanah mereka dari penguasaan sepihak?.(*)















