Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

9 Brigjen Pol Bergeser di Bareskrim, Ini Jabatan Baru dan Rekam Jejaknya

407
×

9 Brigjen Pol Bergeser di Bareskrim, Ini Jabatan Baru dan Rekam Jejaknya

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa

DJITUBERITA,JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi dan mutasi di lingkungan Polri. Kebijakan yang dituangkan melalui tiga Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026 itu mencakup 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).

Ketiga Surat Telegram tersebut masing-masing bernomor:

ST/1877/VIII/KEP./2026  ST/1878/VIII/KEP./2026 ST/1879/VIII/KEP./2026

Dari keseluruhan mutasi tersebut, terdapat sembilan Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) yang tercantum dalam perubahan jabatan di lingkungan Bareskrim Polri. Pergeseran itu mencakup posisi penyidik tindak pidana utama, analis kebijakan utama hingga penempatan sebagai Pati Bareskrim.

Data mengenai sembilan nama tersebut dipublikasikan sejumlah media nasional berdasarkan Surat Telegram Kapolri.

1. Brigjen Pol Eko Hadi Santoso

Jabatan lama: Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Penyidik Tindak Pidana Utama TK I Bareskrim Polri.

Eko Hadi merupakan salah satu nama yang paling menonjol dalam daftar tersebut karena mutasinya terjadi setelah cukup lama memimpin Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim.

Ia ditunjuk sebagai Dirtipidnarkoba pada Maret 2025, menggantikan Brigjen Pol Mukti Juharsa. Sebelum menduduki posisi tersebut, Eko dikenal memiliki pengalaman di bidang reserse dan pernah menangani perkara yang berkaitan dengan tindak pidana terorisme.

Menjelang mutasinya, Eko masih tampil sebagai Dirtipidnarkoba dalam sejumlah pengungkapan besar. Pada 1 September 2026, sehari setelah telegram mutasi diterbitkan, ia masih memberikan keterangan terkait pengungkapan dugaan penyelundupan 800 kilogram ketamin di perairan Anambas. Kasus itu merupakan pengembangan dari pengungkapan hampir 1,3 ton ketamin.

Sebelumnya, di bawah kepemimpinannya, Dittipidnarkoba juga menangani sejumlah perkara besar, termasuk pengungkapan jaringan narkoba serta kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan anggota kepolisian.

2. Brigjen Pol Candra Sukma Kumara

Jabatan lama: Pati Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Analis Kebijakan Utama Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

Candra Sukma Kumara memiliki rekam pengalaman panjang di bidang reserse. Salah satu posisi yang pernah diembannya adalah Kepala Polres Metropolitan Bekasi.

Pada 2019, ketika menjabat Kapolres Metro Bekasi, Candra memberikan keterangan mengenai penangkapan seorang terduga teroris di wilayah Bekasi.

Namanya juga tercatat dalam penanganan perkara tindak pidana ekonomi khusus. Pada 2022, ketika menjabat Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim, Candra menangani pemeriksaan perkara Binomo, termasuk pemanggilan Vanessa Khong dan sejumlah tersangka lain.

Pengalaman tersebut relevan dengan jabatan barunya sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Pideksus Bareskrim Polri.

3. Brigjen Pol Agus Rohmat

Jabatan lama: Pati Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri dalam rangka pensiun.

Agus Rohmat memiliki rekam penugasan di lingkungan pengawasan dan penegakan hukum Polri.

Dalam catatan Korlantas Polri, Agus Rohmat pernah tercatat sebagai Pati Itwasda Polda DIY dengan penugasan pada BNN ketika memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol pada 2022.

Pada mutasi Agustus 2026, statusnya ditempatkan sebagai Pati Bareskrim dalam rangka pensiun, sehingga pergeseran tersebut berkaitan dengan proses purnabakti, bukan pengisian jabatan operasional baru.

4. Brigjen Pol Abdul Hasyim

Jabatan lama: Pamen Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri.

Abdul Hasyim termasuk perwira yang dalam telegram terbaru berubah dari posisi Pamen menjadi Pati Bareskrim.

Catatan publik menunjukkan nama Abdul Hasyim Gani sebelumnya pernah menjabat Wakapolda DIY pada periode 2015–2016. Namun, untuk menghindari kekeliruan identitas, data tersebut tidak dapat secara otomatis disamakan dengan Brigjen Pol Abdul Hasyim dalam telegram 2026 tanpa dokumen personalia yang memuat nama lengkap/NRP.

Karena itu, rekam jabatan lama Abdul Hasyim dalam berita ini perlu ditempatkan secara hati-hati dan tidak dicampur dengan profil perwira lain yang memiliki nama serupa.

5. Brigjen Pol Agung Prabowo

Jabatan lama: Pamen Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri.

Agung Prabowo memiliki pengalaman di bidang penyidikan Bareskrim, khususnya perkara narkotika.

Namanya muncul dalam sejumlah penanganan perkara Dittipidnarkoba. Pada Desember 2025, misalnya, DPO kasus narkoba Tigran Denre Sonda menyerahkan diri ke Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim dan diterima oleh AKBP Agung Prabowo.

Pada Februari 2026, nama Agung Prabowo juga tercantum sebagai penyidik yang menjadi kontak dalam surat DPO terhadap Erwin Iskandar alias Ko Erwin.

Dokumen seleksi jabatan BNN yang dipublikasikan BNN juga mencatat Drs. Agung Prabowo, NRP 69060320, sebagai Pengawas Penyidikan Kepolisian Madya TK II Bareskrim Polri pada 2025.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Agung berada pada fungsi pengawasan dan penyidikan di lingkungan Bareskrim.

6. Brigjen Pol Faried Zulkarnain

Jabatan lama: Pamen Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri.

Faried Zulkarnain memiliki rekam penugasan yang cukup kuat di bidang pemberantasan narkotika.

Pada 2026, ia tercatat sebagai Kepala BNNP Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kapasitas tersebut, Faried memimpin pengungkapan sejumlah perkara narkotika di wilayah DIY.

Pada Juni 2026, BNNP DIY di bawah kepemimpinannya mengungkap dua kasus peredaran gelap narkotika dan mengamankan dua tersangka dengan barang bukti 232 gram ganja dan 148 gram tembakau sintetis.

Pengalaman di bidang pemberantasan narkotika tersebut menjadi bagian penting dalam membaca rekam profesional Faried sebelum kembali ditempatkan sebagai Pati Bareskrim.

7. Brigjen Pol Budi Sartono

Jabatan lama: Pamen Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri.

Budi Sartono merupakan perwira yang memiliki pengalaman dalam jabatan kewilayahan maupun fungsi reserse.

Dalam catatan mutasi Polri pada 2020, Budi Sartono yang ketika itu berpangkat Kombes Pol tercatat pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan sebelum dimutasi ke lingkungan Bareskrim sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba dalam rangka pendidikan.

Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatannya pada fungsi kepolisian kewilayahan sekaligus bidang tindak pidana narkotika.

Dalam mutasi terbaru, Budi kembali tercatat sebagai Pati Bareskrim Polri.

8. Brigjen Pol Guritno Wibowo

Jabatan lama: Pamen Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Pati Bareskrim Polri.

Guritno Wibowo juga memiliki rekam pengalaman pada fungsi pengawasan internal Polri.

Dalam kegiatan audit kinerja di lingkungan Lemdiklat Polri pada 2024, Guritno tercatat sebagai Kombes Pol Guritno Wibowo, S.I.K., S.H., M.Si., yang menjadi bagian dari tim pemeriksa bidang operasional Itwasum Polri.

Dokumen pemerintahan yang diterbitkan pada April 2026 juga mencantumkan Guritno Wibowo, S.I.K., S.H., M.Si., NRP 70090294, dalam jabatan Direktur Pengawasan, Pencegahan dan Penindakan pada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Sementara dalam struktur Polda Sumatera Barat, nama Guritno sebelumnya tercatat sebagai Irbidjemenopsnal I Itwil II Itwasum Polri.

Dalam telegram terbaru, Guritno ditempatkan sebagai Pati Bareskrim Polri.

9. Brigjen Pol Ahmad Musthofa Kamal

Jabatan lama: Pemeriksa Labfor Kepolisian Madya TK I Bareskrim Polri.

Jabatan baru: Analis Kebijakan Utama Bidang Labfor Bareskrim Polri.

Ahmad Musthofa Kamal memiliki pengalaman panjang dalam bidang kehumasan dan laboratorium forensik.

Sebelum kembali berkiprah di bidang Labfor, ia pernah menjabat Kabid Humas Polda Papua selama sekitar enam tahun. Pada akhir 2022, ia dipindahkan ke Mabes Polri untuk menduduki posisi Kabagmitra Ropenmas Divhumas Polri.

Pada 2024, namanya juga tercatat dalam dokumen BNN sebagai Kabagmitra Ropenmas Divhumas Polri.

Memasuki 2026, Kamal kembali berada dalam fungsi laboratorium forensik. Pada Agustus 2026, ia tercatat memimpin tim supervisi Puslabfor Bareskrim Polri ke Bidlabfor Polda Papua untuk mengevaluasi dan memperkuat kualitas dukungan forensik dalam proses penegakan hukum.

Kini, melalui mutasi terbaru, ia mendapat jabatan sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Labfor Bareskrim Polri.

Penataan Karier dan Penguatan Fungsi Bareskrim

Pergeseran sembilan Brigjen Pol tersebut memperlihatkan bahwa telegram mutasi pada Agustus 2026 tidak semata-mata berisi perpindahan jabatan struktural.

Sebagian perwira mengalami perubahan status dari Pamen menjadi Pati Bareskrim, sementara sejumlah lainnya bergeser ke jabatan fungsional maupun analis kebijakan. Ada pula Agus Rohmat yang ditempatkan sebagai Pati Bareskrim dalam rangka memasuki masa pensiun.

Secara keseluruhan, mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi terhadap 424 Pati dan Pamen Polri, dengan 344 personel di antaranya mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. Penempatan personel, menurutnya, disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman dan tantangan tugas yang dihadapi.

Dengan demikian, perubahan sembilan Brigjen Pol di lingkungan Bareskrim dapat dibaca sebagai bagian dari penataan personel sekaligus kesinambungan fungsi penyidikan, pengawasan, pemberantasan narkotika dan dukungan laboratorium forensik.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *