DJITUBERITA, MATARAM NTB – Nama Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati dan publik figur Denny Sumargo menjadi salah satu fokus dalam aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah aktivis di depan kantor Tim Hotman Paris 911 (Law Firm Puri & Partners Hotman 911) di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat (24/7/2026).

Keduanya disebut dalam orasi massa berkaitan dengan penyaluran dana tali asih bagi santri korban musibah di Kabupaten Lombok Tengah. Dalam aksi tersebut, peserta demonstrasi tidak menyampaikan tuduhan adanya pelanggaran hukum, melainkan mempertanyakan transparansi proses penyaluran bantuan yang dikaitkan dengan nama Sari Yuliati dan Denny Sumargo.
Baca Selengkapnya: Kantor Tim Hotman Paris 911 NTB Diserbu Massa, Didesak Angkat Kaki dari Mataram

Massa meminta penjelasan mengenai besaran dana yang disalurkan, mekanisme distribusi, pihak yang bertanggung jawab mengelola bantuan, hingga kepastian bahwa seluruh penerima manfaat telah menerima haknya. Menurut mereka, keterbukaan informasi diperlukan agar tidak memunculkan spekulasi dan polemik yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
Ketua Forum Rakyat Bersatu, Eko Rahady, mengatakan tuntutan tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan atas penyaluran bantuan kemanusiaan sekaligus menjaga situasi NTB tetap kondusif.
Sementara itu, orator M. Fihiruddin menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, penyaluran dana tali asih kepada sebagian korban disebut belum seluruhnya tersalurkan. Karena itu, massa meminta seluruh proses dapat dijelaskan secara terbuka kepada publik.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WITA tersebut juga menyoroti aktivitas Tim Hotman Paris 911 di NTB, termasuk dugaan penyebaran informasi yang dinilai memicu polemik serta unggahan media sosial yang dianggap provokatif oleh peserta aksi. Setelah penyampaian aspirasi, dilakukan dialog antara perwakilan massa, aparat kepolisian, pengurus lingkungan, dan pihak terkait.
Dalam dialog itu, warga Komplek Sriwijaya menyampaikan keberatan terhadap penggunaan rumah di kawasan permukiman sebagai kantor operasional dan meminta aktivitas perkantoran dihentikan melalui kesepakatan musyawarah warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Sari Yuliati maupun Denny Sumargo belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebutan nama mereka dalam aksi tersebut. Demikian pula Tim Hotman Paris 911 dan Putry Maya Rumanti belum memberikan tanggapan atas berbagai tuntutan yang disampaikan peserta aksi.
Djituberita.com memberikan ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Red)















