Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Opini Publik

Serangan Haters Tidak Berdasar! Erzaldi Rosman Jadi Target Panasnya Pilkada Babel

×

Serangan Haters Tidak Berdasar! Erzaldi Rosman Jadi Target Panasnya Pilkada Babel

Sebarkan artikel ini
Caption: Poster PRO-M bergerak bersama untuk pemenangan Erzaldi-Yuri.(Foto-Ist)

Penulis: Anugerah Almahi Akbari (Sekjen Pro-M Babel)

Opini Publik – Di setiap lingkungan, selalu ada orang-orang yang mendukung dan mengkritik. Namun, ketika kritik beralih menjadi serangan berulang yang penuh kebencian terhadap sosok yang tidak lagi menjabat dalam posisi publik, pelaku tersebut lebih tepat disebut sebagai “haters.”

Haters sering terlihat menyerang figur publik di media sosial, seperti yang kini menimpa Erzaldi Rosman, calon kepala daerah dalam Pilkada Bangka Belitung 2024. Tuduhan mengenai kasus korupsi dan lainnya dilemparkan kepada Erzaldi tanpa henti. Alih-alih mengkritik dengan bijak, serangan ini tampak lebih sebagai upaya menjatuhkan pribadi daripada menyampaikan argumen yang berlandaskan fakta hukum.

Menurut para ahli, perilaku kebencian yang dilakukan oleh haters di dunia maya bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan mental, sakit hati, atau motif persaingan politik. Hal ini mempertegas bahwa serangan-serangan ini lebih didorong oleh emosi pribadi atau kepentingan tertentu, bukan kritik yang berlandaskan pemikiran rasional.

Namun, Erzaldi dan pendukungnya disarankan untuk tidak terlalu terpengaruh oleh ujaran kebencian yang muncul dari para haters. Berinteraksi dengan mereka hanya akan merusak kepercayaan diri dan berdampak negatif pada kesehatan mental. Sebaliknya, lebih bijak untuk fokus pada kampanye dan menghindari narasi yang hanya menambah keruh suasana politik.

Kesimpulan: Di era digital ini, penting bagi setiap individu, terutama tokoh publik, untuk berhati-hati dalam menanggapi ujaran kebencian. Haters hanyalah produk dari emosi yang tidak terkendali, dan tidak perlu dijadikan fokus dalam perjalanan menuju kesuksesan politik.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *