Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BabelBangka SelatanBelitungBerita Utama

Ketika Pelabuhan Resmi Berubah Jadi Zona Abu-Abu: Dugaan Penyelundupan Timah Marak Tanjung RU Menuju Sadai

×

Ketika Pelabuhan Resmi Berubah Jadi Zona Abu-Abu: Dugaan Penyelundupan Timah Marak Tanjung RU Menuju Sadai

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi truk diduga bermuatan timah ilegal tertutup terpal biru bersiap menyeberang di Pelabuhan Tanjung RU, Badau, Belitung, Selasa malam (5/8/2025) menuju Pelabuhan Sadai Bangka Selatan.

Badau Belitung,Djituberita.com – Jalur penyeberangan resmi dari Pelabuhan Tanjung RU di Badau, Belitung menuju Pelabuhan Sadai,Bangka Selatan, kini menjadi sorotan tajam.

Dugaan penyelundupan timah ilegal melalui jalur ini kian mencuat, seiring dengan maraknya aktivitas truk bertonase berat yang melintas secara terbuka dengan intensitas tinggi di malam hari secara terang-terangan tanpa hambatan.

Baca juga Selengkapnya:  Polres Bangka Selatan Gelar Operasi Kendaraan dari Pelabuhan Sadai

Baca Juga Selengkapnya:  Kecolongan! Dugaan Kuat Truk Angkut Timah Ilegal dari Pulau Belitung

Baca Juga Selengkapnya: Kongkalikong Penyelundupan Pasir Timah Antar Pulau di Bangka Belitung

Baca Juga Selengkapnya: Pelabuhan Sadai Jadi Sarang Baru Mafia Penyelundupan Timah di Babel?

Tak Lagi Sembunyi: Aparat Terlihat Tapi Tak Bertindak

Truk-truk pengangkut itu tidak menyusup lewat jalur tikus. Mereka (oknum_red) melintas secara terbuka, bahkan mulai antre sejak sore hari. Sekitar waktu Magrib, satu per satu naik ke kapal feri ASDP. Ironisnya, aparat berseragam justru terlihat berjaga di sekitar lokasi bukan untuk menghalau, melainkan sekadar mengamati. Tak ada intervensi.?

“Kalau itu bukan truk timah, saya yang salah. Saya pernah lihat pembongkaran truk serupa. Arah muatannya jelas ke Bangka,” ujar CA (sumber_red), tokoh masyarakat Belitung, yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut di kutip wartawan Belitongekspres dan kontributor media Djituberita.com di Belitung.

Suara Lantang dari Warga, Diam dari Negara!

CA tidak tinggal diam. Ia sudah melayangkan surat protes resmi kepada Polres Belitung dan Kejaksaan Negeri Belitung.

“Suratnya sudah saya serahkan langsung ke Kasatreskrim dan Kejari setempat. Saya bukan cari panggung, tapi ini tanah kelahiran saya,” tegasnya.

Namun, hingga berita ini tayang, tidak ada tanggapan resmi dari kedua lembaga tersebut. Sementara itu, pihak pengelola pelabuhan ASDP Tanjung RU juga memilih bungkam.

Sukisman, Supervisor ASDP yang bertugas malam itu, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dikirimkan oleh awak media (6/8).

Seorang saksi mata lainnya di pelabuhan Tanjung Ru juga membenarkan aktivitas mencurigakan tersebut. “Saya lihat langsung, mereka mulai naik kapal setelah azan Magrib,” ucap sumber enggan disebutkan dengan nada kecewa.

Dugaan praktik penyelundupan timah ini bukan yang pertama kali terjadi. Berulang kali kasus serupa terbongkar, namun tampaknya tak pernah menyentuh aktor besar di balik jaringan distribusi,”kata dia.

Negara Dikalahkan oleh Jaringan Gelap?

Kondisi ini menggambarkan betapa lemahnya penegakan hukum dan pengawasan di pelabuhan resmi yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan negara.

Pertanyaannya kini bukan lagi siapa yang mengangkut, melainkan siapa yang membiarkan. Siapa penguasa sesungguhnya di Pelabuhan Tanjung RU dan Pelabuhan Sadai? Siapa aktor besar yang punya cukup kuasa hingga aparat memilih diam?

Redaksi Beri Ruang Hak Jawab:

Sebagai bagian dari tanggung jawab jurnalistik yang mengedepankan prinsip cover both sides dan kode etik pers, menyatakan:

Kami sedang berupaya menggali informasi lebih dalam terkait siapa saja oknum atau pihak yang diduga membackup praktik ilegal ini.

Untuk nama atau instansi yang disebut secara langsung maupun tidak langsung dalam pemberitaan ini, Redaksi memberikan ruang hak jawab dan hak sanggah, sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

Kami juga menjamin kerahasiaan narasumber yang memberikan informasi sesuai prinsip perlindungan pers. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *