Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
ArtikelBerita Utama

Irjen Pol Andry Wibowo: Merawat Kelestarian Hutan Indonesia

380
×

Irjen Pol Andry Wibowo: Merawat Kelestarian Hutan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gambar Istimewa

Oleh: Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si.

DJITUBERITA,ARTIKEL – Luas hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya menjadikan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Bayangkan saja kemampuan hutan tropis memproduksi oksigen bagi kelangsungan hidup manusia. Hutan tropis mampu menyerap 2,5 ton CO₂ dalam setiap hektarnya dan menghasilkan oksigen untuk memenuhi kebutuhan bagi 20 orang setiap harinya.

Selain menjadi sumber mata air, hutan tropis juga menjadi rumah kehidupan bagi 80% flora dan fauna, termasuk hewan langka endemik yang dilindungi seperti gajah, harimau, badak, hingga orang utan. Lestarinya hutan tropis akan mencegah terjadinya bencana alam yang merugikan bagi semua makhluk yang menggantungkan hidup dan kehidupannya kepada alam.

Kondisi hutan tropis yang lestari menjaga tanah dari potensi longsor dan banjir bandang yang mematikan. Stabilitas iklim global sangat dipengaruhi oleh kondisi hutan tropis yang terjaga, yang membentang di sepanjang jalur khatulistiwa. Mulai dari benua Afrika, Amerika hingga Asia.

Hutan selain menjadi sumber makanan bagi ekosistem lingkungan hidup, juga sebagai laboratorium besar dunia farmasi. Karena banyak sekali hasil riset obat-obatan yang menjadikan akar, daun, batang, bunga, bahkan getah yang berasal dari pohon yang tumbuh di hutan.

Lalu apa yang akan terjadi jika hutan tropis di Indonesia musnah?

Hilangnya hutan di Indonesia akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup seluruh makhluk yang menggantungkan kehidupannya pada hutan.

Alih fungsi kawasan hutan yang terjadi secara masif dan brutal selama berpuluh tahun lamanya harus diakhiri.

Deforestasi untuk kegiatan industri ekstraktif seperti perkebunan dan aktivitas pertambangan menjadi sumber bencana ekologis yang mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem.

Di beberapa daerah tercatat penurunan ekstrem jumlah populasi satwa. Konflik antara satwa liar dengan penduduk juga makin tak terhindarkan. Lebih mirisnya lagi, banyak habitat satwa yang kehilangan tempat tinggalnya akibat hutannya plontos.

Belum lagi begitu besarnya kerugian negara yang diakibatkan oleh aktivitas ilegal, baik di sektor perkebunan maupun pertambangan. Akumulasi kekayaan segelintir orang yang dilakukan dengan cara menabrak aturan serta mempermainkan hukum semakin menjauhkan masyarakat dari keadilan.

Beragam upaya telah dilakukan oleh negara untuk menjaga kelestarian hutan kita. Mulai dari gerakan reboisasi dengan melakukan penanaman 1 miliar pohon. Program yang dilakukan tersebar di berbagai macam jenis hutan seperti hutan bakau, hutan sabana, hutan lumut, hutan tropis, hutan gugur dan hutan tanaman industri di seluruh provinsi.

Negara juga memberikan akses pemanfaatan hutan kepada masyarakat melalui program perhutanan sosial yang bertujuan meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat.

Melalui program ini pemerintah berupaya mempersempit ruang kesenjangan dan memperluas hak rakyat atas tanah sebagai sumber penghidupannya.

Dengan semakin kritisnya kondisi alam ibu pertiwi, lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai insan Bhayangkara?

Jika kita kembali kepada “perjanjian” pembentukan Republik yang kita cintai ini, maka sudah sepatutnya kita merefleksikan kembali landasan filosofis dan cita-cita didirikannya negara yang kita banggakan ini: Pancasila.

Bagaimana kita sebagai anak bangsa memandang kondisi bangsa hari ini dan ke depan dengan cara berpikir dan bertindak penuh kematangan dan bijaksana.

Bhayangkara sejati wajib menjadi pelindung dan pelayan bagi masyarakat. Perlu perubahan mindset (baca, cara berpikir) memandang tugas yang diberikan oleh negara kepada kita.

Bhayangkara harus hadir menggunakan seluruh kemampuan berpikirnya untuk merawat peradaban. Melakukan tugas sejarahnya memberikan kinerja yang terbaik untuk menjaga alam, lingkungan sosial dan budayanya.

Demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, beradab dan berkelanjutan.

Bhayangkara sejati adalah mereka yang memiliki kematangan berpikir, bertindak menggunakan hati nuraninya. Menjaga dengan sepenuh jiwa kehidupan yang diciptakan bukan hanya untuk dirinya.

Tapi bagi generasi setelah kita, bagi anak cucu kita.

“Karena sesungguhnya, kecintaan kita terhadap bangsa dan negara, terhadap masyarakat inilah yang menuntun kita semua bekerja. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi Indonesia Raya”.

Artikel ini di tulis dan susun oleh:

Irjen Pol. Dr. Andry Wibowo, S.IK., S.H., M.H., M.Si. (Analisis Kebijakan Lemdiklat Polri) Senin 14 September 2026 yang masuk ke Redaksi media Djituberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *