BANGKA,DJITUBERITA.COM – Bupati Bangka Fery Insani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menata investasi perkebunan, menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, meningkatkan kesejahteraan pegawai, hingga mempercantik kawasan perkotaan Sungailiat. Ia juga optimistis kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka pada 2027 akan lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Fery saat menggelar jumpa pers bersama wartawan di Warkop Ahyan, Sungailiat, Kamis (29/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bangka Ismir Rachmaddinianto, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Subhan, serta Kepala UPTD Pasar Ahmad Husein.
Pemkab Bangka Batasi Pabrik Sawit
Dalam sektor perkebunan, Fery menegaskan setiap perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Bangka wajib menyiapkan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) minimal 20 persen bagi masyarakat terdampak.
“Siapa pun yang berkebun korporasi di Bangka itu harus menyiapkan FPKMS minimal 20 persen untuk masyarakat yang terdampak,” tegas Fery.
Terkait perkembangan industri pengolahan kelapa sawit, ia menyebut saat ini terdapat sembilan pabrik yang telah beroperasi dan tujuh pabrik yang siap dibangun.
Dengan total 16 pabrik tersebut, pemerintah daerah berencana menerapkan moratorium pembangunan pabrik sawit dengan batas maksimal 17 pabrik. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan kapasitas pengolahan dan pasokan TBS sehingga harga tetap kompetitif dan menguntungkan petani.
“Supaya harganya kompetitif dan menguntungkan masyarakat. Kalau terlalu banyak tidak sehat,” jelasnya.
Pemkab Surati BPH Migas dan Pertamina soal BBM
Menyikapi persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi perhatian masyarakat, Pemkab Bangka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menyurati BPH Migas dan Pertamina.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong pengaktifan kembali petasok, penerapan BBM satu harga, serta pemberian prioritas pelayanan bagi pengemudi ojek online (ojol) sesuai surat edaran yang berlaku.
Pemkab berharap langkah koordinasi tersebut dapat membantu mengatasi persoalan antrean BBM dan meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bakar.
Pasar Kite hingga Panti Gembira Ditata pada 2027
Selain sektor perkebunan dan energi, Pemkab Bangka juga menyiapkan program penataan kawasan perkotaan Sungailiat pada 2027.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian meliputi revitalisasi Pasar Kite, pembangunan kawasan Panti Gembira menjadi pusat aktivitas terintegrasi, serta pembenahan kawasan
kuliner di depan Toko Emas Kongki.
“Kami akan memperbaiki kawasan perkotaan, seperti revitalisasi pasar, Panti Gembira, dan tempat kuliner di depan Toko Emas Kongki,” kata Fery.
Untuk revitalisasi Pasar Kite, pemerintah daerah memastikan telah menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi para pedagang. Dengan demikian, aktivitas perdagangan diharapkan tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan pasar direncanakan dimulai setelah Lebaran, sekitar Maret, sesuai jadwal yang disampaikan Bupati.
Sementara itu, kawasan Panti Gembira yang merupakan aset PT Timah direncanakan dikembangkan menjadi pusat aktivitas terintegrasi.
Pemkab Bangka akan memanfaatkan lahan tersebut melalui mekanisme sewa kepada PT Timah berdasarkan proses penilaian atau appraisal.
Gaji PPPK Segera Dibayarkan
Menjawab isu yang ramai diperbincangkan mengenai keterlambatan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Fery memastikan pembayaran akan segera direalisasikan.
Ia menjelaskan, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) baru saja selesai sehingga pembayaran gaji dapat segera diproses. Selain itu, ia menyebut terdapat kenaikan sebesar Rp300 ribu per bulan.
“Soal APBD termasuk gaji PPPK yang viral, Insya Allah besok atau Senin sudah kita bayarkan, karena DPA-nya baru selesai. Termasuk kenaikan Rp300 ribu per bulan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian para pegawai yang menantikan kepastian pembayaran hak mereka. Realisasi pembayaran selanjutnya akan menjadi tolok ukur tindak lanjut pemerintah daerah atas komitmen yang disampaikan.
Optimistis APBD 2027 Lebih Baik
Menutup keterangannya, Fery menyampaikan optimisme terhadap kondisi keuangan daerah pada 2027. Pemerintah Kabupaten Bangka akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur, khususnya jalan desa, secara bertahap dan merata di sejumlah wilayah.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Mendo Barat, Merawang, Pemali, Bakam, Puding, hingga Belinyu.
Menurut Fery, keterbatasan keuangan daerah membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran dan kebutuhan masyarakat.
“Kita mau membahagiakan masyarakat, cuma kondisi keuangan kita begini, maka pelan-pelan diperbaiki. Insya Allah tahun 2027 kondisi kita lebih baik, APBD kita lebih baik,” tutupnya.
Optimisme tersebut kini menempatkan sejumlah agenda penting di hadapan Pemkab Bangka, mulai dari kepastian pembayaran gaji PPPK, pengendalian investasi pabrik sawit, penataan kawasan perkotaan, hingga pemerataan pembangunan infrastruktur desa.















