BANGKA,DJITUBERITA.COM – Rudi Center bersama PDI Perjuangan kembali melanjutkan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat Bangka Belitung. Tahun ini, program tersebut menggandeng Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dengan melibatkan 27 dokter dan tenaga medis serta menargetkan sebanyak 800 pasien.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, seusai melakukan kegiatan di Kantor RRI Sungailiat, Selasa (27/10/2026).
Rudianto menjelaskan, pihaknya memiliki kerja sama dengan dua rumah sakit untuk mendukung pelaksanaan operasi katarak gratis, yakni Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.
Pada pelaksanaan kali ini, RS Mata Cicendo dipilih karena dinilai lebih siap.
“Sebenarnya kita punya kerja sama dengan dua rumah sakit, RSCM dan Cicendo. Dan kali ini kebetulan Cicendo yang lebih siap, mereka belum ada jadwal untuk mengadakan operasi di luar,” ujar Rudianto Tjen.
Ia menegaskan, program tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan pelayanan operasi katarak, tanpa membedakan latar belakang maupun afiliasi politik.
“PDI Perjuangan itu kan selalu mau bersama-sama dengan rakyat, tertawa dan menangis bersama rakyat. Siapapun yang mempunyai gangguan mata kita layani dengan baik,” tegasnya.
Rudianto juga meminta dukungan media untuk menyebarluaskan informasi mengenai program tersebut, mengingat pendaftaran dan kesempatan menjalani pemeriksaan masih terbuka selama dua hari ke depan.
“Teman-teman media tolong informasikan bahwa kita masih ada dua hari lagi untuk operasi katarak ini. Kalau ada masyarakat yang belum mendaftar dan tahu dari berita kawan-kawan, silakan langsung menuju RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang dan kita akan periksa. Kalau memenuhi syarat akan kita lakukan operasi. Target kita besar, 800 orang dan kuotanya masih banyak,” jelasnya.
Dengan demikian, masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan belum mendaftar masih berkesempatan mendatangi RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk menjalani pemeriksaan. Pelaksanaan operasi tetap bergantung pada hasil pemeriksaan dan pemenuhan persyaratan medis.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan mata, khususnya bagi mereka yang membutuhkan tindakan operasi katarak.















