Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita UtamaProfile

Jejak Rekam Komjen Mohammad Iqbal, Jenderal Bintang Tiga dengan Karier Mentereng

461
×

Jejak Rekam Komjen Mohammad Iqbal, Jenderal Bintang Tiga dengan Karier Mentereng

Sebarkan artikel ini
Komjen Pol Mohammad Iqbal - Sekjen DPD RI. Foto Istimewa

DJITUBERITA,JAKARTA – Nama Mohammad Iqbal menjadi salah satu sosok perwira tinggi Polri yang memiliki perjalanan karier panjang dan beragam. Dari satuan lalu lintas, memimpin sejumlah kepolisian resor, menduduki jabatan strategis di Mabes Polri, hingga dipercaya memimpin dua kepolisian daerah, jejak pengabdiannya kemudian berlanjut di lembaga negara sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Puncak baru perjalanan karier itu terjadi pada Mei 2025. Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Iqbal  yang sebelumnya berpangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) atau jenderal bintang tiga.

Kenaikan pangkat tersebut berlangsung dalam Upacara Korps Raport Perwira Tinggi Polri yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Mei 2025.

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya 19 Mei 2025, Mohammad Iqbal dilantik sebagai Sekretaris Jenderal DPD RI oleh Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79/TPA Tahun 2025 tanggal 9 Mei 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

Berawal dari Korps Lalu Lintas

Perjalanan Mohammad Iqbal di Polri dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Ia mengawali karier sebagai Pamapta Polresta Banjarmasin pada 1992.

Latar belakangnya kemudian banyak bersentuhan dengan fungsi lalu lintas. Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Wakasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kasat Lantas Polres Kotabaru, hingga Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru.

Di Pekanbaru, perjalanan Iqbal juga memiliki keterkaitan dengan wilayah yang kelak dipimpinnya sebagai Kapolda Riau. Ia pernah menjabat Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru pada 2000 dan kemudian Wakapolresta Dumai pada 2003.

Dari fungsi operasional, karier Iqbal terus bergerak ke jenjang kepemimpinan kewilayahan.

Ia tercatat pernah dipercaya sebagai Kapolres Gresik, Kapolres Sidoarjo, Wakapolwiltabes Surabaya, Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya, hingga Kapolres Metro Jakarta Utara.

Pengalaman tersebut mempertemukan Iqbal dengan beragam karakter tugas kepolisian, mulai dari pelayanan masyarakat, lalu lintas, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, hingga pengelolaan organisasi kepolisian di wilayah perkotaan.

Dari Surabaya ke Panggung Nasional

Nama Mohammad Iqbal semakin dikenal luas ketika ia mendapat kepercayaan memimpin Polrestabes Surabaya pada 2016.

Setahun kemudian, ia masuk ke lingkungan Mabes Polri sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Pada 2018, kariernya kembali meningkat. Iqbal dipercaya menjadi Wakapolda Jawa Timur dan kemudian menjabat Kepala Divisi Humas Polri.

Posisi Kadiv Humas menempatkannya sebagai salah satu wajah utama Polri dalam menyampaikan informasi dan menjelaskan berbagai kebijakan serta penanganan persoalan keamanan kepada masyarakat. Riwayat penugasan tersebut juga membuatnya memiliki pengalaman kuat dalam komunikasi publik dan manajemen informasi institusi.

Memimpin Polda NTB

Pada 2020, Mohammad Iqbal mendapat kepercayaan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia resmi menjabat Kapolda NTB sejak 8 Mei 2020. Tidak sampai dua tahun kemudian, tongkat kepemimpinannya berpindah ke Provinsi Riau.

Perpindahan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2568/XII/KEP/2021. Iqbal ditunjuk sebagai Kapolda Riau menggantikan Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Kembali ke Riau, Kali Ini sebagai Kapolda

Bagi Mohammad Iqbal, Riau bukan wilayah yang sepenuhnya baru. Jauh sebelum menjadi Kapolda, ia pernah menjalani penugasan di wilayah tersebut sebagai Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru dan Wakapolresta Dumai.

Ketika akhirnya dipercaya memimpin Polda Riau pada akhir 2021, pengalaman panjangnya di wilayah tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier yang kembali berputar ke tempat ia pernah bertugas pada awal karier.

Selama menjadi Kapolda Riau, Iqbal antara lain memimpin jajaran dalam pengamanan tahapan Pemilu, penanganan kriminalitas, narkotika, serta persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Dari Kapolda ke Sekjen DPD RI

Setelah menjalankan tugas sebagai Kapolda Riau, Mohammad Iqbal kemudian mendapat penugasan di luar struktur kepolisian untuk mengisi jabatan Sekretaris Jenderal DPD RI.

Pelantikan pada 19 Mei 2025 menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Dari institusi kepolisian, Iqbal masuk ke lingkungan lembaga negara dengan tanggung jawab memberikan dukungan administratif dan keahlian bagi pelaksanaan tugas-tugas konstitusional DPD RI.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin saat pelantikan menyebut posisi Sekjen merupakan jabatan strategis yang menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas-tugas konstitusional DPD RI.

Empat hari setelah dilantik sebagai Sekjen DPD RI, pangkat Mohammad Iqbal dinaikkan dari Irjen menjadi Komjen.

Dengan demikian, Mei 2025 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya: 19 Mei dilantik sebagai Sekjen DPD RI dan 23 Mei resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Jejak Karier yang Membentang Panjang

Jika ditarik ke belakang, perjalanan Mohammad Iqbal memperlihatkan lintasan karier yang cukup lengkap di tubuh Polri.

Ia memulai dari fungsi teknis lalu lintas, bergerak ke kepemimpinan tingkat polres, kemudian masuk ke bidang hubungan masyarakat dan komunikasi publik di tingkat Polda serta Mabes Polri. Setelah itu, ia dipercaya memimpin Polda NTB dan Polda Riau sebelum akhirnya memasuki lingkungan DPD RI.

Rangkaian jabatan tersebut membuat profil Mohammad Iqbal tidak hanya identik dengan satu bidang. Ia memiliki pengalaman operasional, kewilayahan, komunikasi publik, manajemen organisasi hingga birokrasi kelembagaan.

Kini, dengan pangkat Komjen Polisi, Mohammad Iqbal menempati babak berbeda dalam perjalanan panjang pengabdiannya.

Dari seorang perwira muda lulusan Akpol 1991 hingga menjadi jenderal bintang tiga dan Sekjen DPD RI, perjalanan tersebut menjadi rekam karier yang menunjukkan panjangnya pengalaman Mohammad Iqbal di berbagai lini penugasan negara.

Jejak itulah yang membuat nama Mohammad Iqbal menarik untuk dibaca bukan semata karena pangkatnya sebagai jenderal bintang tiga, melainkan karena lintasan kariernya yang membentang dari lapangan kepolisian hingga ruang kelembagaan negara.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *