Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita DaerahBerita Utama

Kantor Tim Hotman Paris 911 NTB Diserbu Massa, Didesak Angkat Kaki dari Mataram

×

Kantor Tim Hotman Paris 911 NTB Diserbu Massa, Didesak Angkat Kaki dari Mataram

Sebarkan artikel ini
Ratusan massa menggelar aksi di depan kantor Tim Hotman Paris 911 di Jalan Sriwijaya, Mataram, Jumat (24/7/2026), menyampaikan aspirasi dan mendesak penghentian operasional kantor di kawasan tersebut.

DJITUBERITA, MATARAM NTB – Gelombang penolakan terhadap keberadaan Tim Hotman Paris 911 di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencuat ke ruang publik. Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat mendatangi kantor Law Firm Puri & Partners Hotman 911 di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat (24/7/2026), sambil menyuarakan tuntutan agar aktivitas kantor tersebut dihentikan.

Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WITA itu, massa secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik keras terhadap aktivitas Tim Hotman 911 di NTB. Para peserta aksi menilai berbagai pernyataan dan aktivitas tim tersebut telah memicu kontroversi, menimbulkan keresahan, serta dinilai berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat.

Baca Selengkapnya: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati dan Publik Figur Denny Sumargo Jadi Sorotan Aksi Massa di NTB

Selain menyoroti dugaan penyebaran informasi yang mereka anggap tidak benar terkait sebuah pondok pesantren, massa juga mempertanyakan penyaluran dana tali asih bagi santri korban musibah di Lombok Tengah yang disebut-sebut berasal dari Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati, Komisi III DPR RI, dan Denny Sumargo.

Massa meminta seluruh proses penyaluran dana dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sorotan lain diarahkan kepada unggahan media sosial yang diduga dibuat oleh salah satu anggota Tim Hotman 911, Putry Maya Rumanti. Menurut massa, unggahan tersebut dinilai bernada provokatif dan dianggap telah menyinggung sejumlah tokoh maupun aktivis di NTB.

Ketua Forum Rakyat Bersatu, Eko Rahady, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami meminta agar keberadaan Tim Hotman 911 di NTB dievaluasi karena menurut penilaian kami telah menimbulkan keresahan dan berpotensi memecah kerukunan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, M. Fihiruddin meminta seluruh pihak yang terlibat memberikan penjelasan secara terbuka terkait berbagai persoalan yang berkembang agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah advokat mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika profesi advokat serta menjalankan pendampingan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik.

Usai aksi, digelar dialog antara perwakilan massa, aparat kepolisian, pengurus lingkungan, dan pihak terkait.
Ketua RT Komplek Sriwijaya, Tony Jayadi, menyampaikan hasil musyawarah warga yang dituangkan dalam surat pernyataan.

Warga menyatakan kawasan tersebut merupakan lingkungan hunian sehingga keberadaan kantor dinilai mengganggu kenyamanan, ketertiban, dan aktivitas warga.

Melalui surat tersebut, warga menghimbau agar operasional kantor dihentikan dan lokasi tersebut tidak lagi difungsikan sebagai perkantoran. Apabila himbauan itu tidak diindahkan, warga menyatakan akan menempuh mekanisme sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim Hotman Paris 911 maupun Putry Maya Rumanti belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tuntutan, kritik, dan tuduhan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Redaksi memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebutkan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Seluruh tuduhan dalam aksi ini merupakan pernyataan peserta aksi dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta yang telah terbukti secara hukum.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *