Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

RSUD Depati Bahrin Luncurkan Aplikasi EWS, Perkuat Jejaring Rujukan PONEK dan Penanganan Stunting

×

RSUD Depati Bahrin Luncurkan Aplikasi EWS, Perkuat Jejaring Rujukan PONEK dan Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
RSUD Depati Bahrin meluncurkan Aplikasi Early Warning System (EWS) rujukan IGD sekaligus memperkuat jejaring rujukan PONEK, stunting, dan wasting guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Bangka, (15/6/2026). Foto: Dok. bangka.go.id

DJITUBERITA,BANGKA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Kabupaten Bangka terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan dengan meluncurkan Aplikasi Early Warning System (EWS) untuk rujukan Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta memperkuat jejaring rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), stunting, dan wasting.

Kegiatan yang berlangsung di Aula IBS RSUD Depati Bahrin, Senin (15/6/2026), dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, direktur rumah sakit jejaring, kepala puskesmas, organisasi profesi kesehatan, camat, hingga lurah.
Direktur RSUD Depati Bahrin, dr. Yogi Yamani, Sp.B., MARS, mengatakan aplikasi EWS dirancang untuk mempercepat penanganan pasien gawat darurat melalui sistem pemantauan kondisi pasien secara real time sejak masih berada di puskesmas atau fasilitas kesehatan pengirim.

Menurutnya, melalui aplikasi tersebut tim medis IGD dapat mengetahui kondisi pasien lebih awal sehingga dokter, ruang tindakan, maupun peralatan medis dapat dipersiapkan sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Selain peluncuran aplikasi EWS, RSUD Depati Bahrin juga memperkuat koordinasi layanan rujukan PONEK, penanganan stunting, dan wasting. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mempercepat penanganan balita yang membutuhkan layanan medis spesialistik.

Dalam kesempatan tersebut, RSUD Depati Bahrin juga memaparkan pengembangan fasilitas dan layanan unggulan rumah sakit sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bangka.

Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama seluruh fasilitas kesehatan dan pemangku kepentingan guna memastikan sistem rujukan terintegrasi dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *