DJITUBERITA,JAKARTA – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung transisi energi nasional. Empat PLTP tercatat masuk dalam daftar pemasok Renewable Energy Certificate (REC) atau sertifikat energi terbarukan yang digunakan perusahaan untuk membuktikan penggunaan listrik dari sumber energi bersih.
Berdasarkan data PT PLN (Persero) tahun 2026, empat pembangkit panas bumi yang menjadi pemasok REC nasional adalah PLTP Kamojang di Garut, Jawa Barat, PLTP Ulubelu di Tanggamus, Lampung, PLTP Lahendong di Tomohon, Sulawesi Utara, serta PLTP Ulumbu di Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
REC merupakan sertifikat yang diterbitkan untuk setiap satu megawatt jam (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Skema ini memungkinkan perusahaan memperoleh pengakuan atas penggunaan energi hijau tanpa harus membangun pembangkit energi terbarukan sendiri.
Dari keempat pembangkit tersebut, PLTP Kamojang menjadi pemasok REC terbesar dengan kapasitas terpasang mencapai 140 megawatt (MW). Posisi berikutnya ditempati PLTP Ulubelu dengan kapasitas 110 MW, disusul PLTP Lahendong sebesar 80 MW, dan PLTP Ulumbu sebesar 10 MW.
Keberadaan PLTP dalam rantai pasokan REC dinilai sangat penting karena panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang mampu beroperasi secara berkelanjutan selama 24 jam setiap hari. Berbeda dengan energi surya maupun angin yang bergantung pada kondisi alam, pembangkit panas bumi mampu menghasilkan listrik secara stabil sepanjang waktu.
Karakteristik tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu penopang utama penyediaan listrik rendah emisi di Indonesia. Selain mendukung ketahanan energi nasional, keberadaan PLTP juga membantu memenuhi kebutuhan REC yang terus meningkat dari sektor industri dan dunia usaha yang mulai menerapkan target pengurangan emisi karbon.
Secara keseluruhan, REC di Indonesia saat ini dipasok oleh 10 pembangkit energi terbarukan yang terdiri dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM). Meskipun kapasitas terbesar masih berasal dari sektor tenaga air, kontribusi panas bumi tetap signifikan dalam mendukung target bauran energi baru terbarukan nasional.
Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang sangat besar karena berada di kawasan cincin api dunia atau Ring of Fire. Potensi tersebut menjadikan panas bumi sebagai salah satu sumber energi strategis yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat upaya dekarbonisasi menuju ekonomi rendah karbon.
Seiring meningkatnya tuntutan penggunaan energi bersih di tingkat global, peran pembangkit panas bumi diperkirakan akan semakin penting. Selain menghasilkan listrik rendah emisi, sektor ini juga berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi hijau dan investasi berkelanjutan di Indonesia.(Red)
Sumber: Beritageothermal.com/Dirilis Djituberita.com















