Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Titik, Kini Sasar Pertanian dan Perikanan

×

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Titik, Kini Sasar Pertanian dan Perikanan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan lanjutan hilirisasi di berbagai wilayah Indonesia , Hambalang Bogor,Jumat (24/4/2026) Foto/Tim

Hambalang, Bogor – Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan program hilirisasi nasional di 13 lokasi strategis di Indonesia. Kebijakan ini tidak lagi berfokus semata pada sektor energi dan mineral, tetapi mulai diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan pembangunan lanjutan hilirisasi di berbagai wilayah.

“Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan lanjutan hilirisasi di 13 titik strategis di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Selain membahas percepatan proyek, pertemuan tersebut juga menyinggung ketertarikan sejumlah investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Investasi yang masuk mencakup berbagai sektor, mulai dari pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), sumber daya mineral, industri pertanian, hingga sektor padat karya seperti garmen.

Teddy menegaskan, Presiden menginginkan agar hilirisasi tidak lagi dipahami secara sempit hanya pada pengolahan hasil tambang seperti nikel. Menurutnya, nilai tambah ekonomi juga dapat dihasilkan dari sektor lain seperti pertanian, perkebunan, perikanan, hingga industri makanan dan tekstil.

Namun demikian, program hilirisasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya kebutuhan investasi besar, ketersediaan pasokan listrik, lahan, teknologi, tenaga kerja terampil, hingga akses pasar. “Tanpa dukungan tersebut, program ini berisiko tidak berjalan optimal,” jelasnya.

Pemerintah menilai hilirisasi sebagai strategi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri. Melalui pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nasional, membuka lapangan kerja, serta memperkuat struktur ekonomi. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *