Jakarta – Haidar Alwi menyatakan keberhasilan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas peredaran narkoba telah menyelamatkan sekitar 219,74 juta jiwa sepanjang periode 2021–2024. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Menurut Haidar Alwi, capaian tersebut tidak dapat diukur semata dari nilai ekonomi barang bukti yang disita, melainkan dari besarnya dampak penyelamatan terhadap generasi bangsa dan ketahanan sosial nasional.
“Pemberantasan narkoba adalah bentuk perlindungan masa depan. Negara yang mampu mencegah peredaran sejak dini sejatinya sedang menjaga kualitas manusia Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ancaman narkoba saat ini semakin kompleks dengan pola jaringan lintas daerah hingga internasional, memanfaatkan jalur laut, distribusi logistik, hingga teknologi digital.
Dalam konteks tersebut, peningkatan pengungkapan kasus oleh Polri dinilai sebagai indikator penguatan sistem deteksi dan respons negara.
Data yang dihimpun menunjukkan Polri secara konsisten meningkatkan pengungkapan kasus narkoba sejak dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Pada 2021, Polri mengungkap 19.229 kasus dengan klaim penyelamatan 39,24 juta jiwa. Angka itu meningkat pada 2022 dengan 33.169 perkara dan penyelamatan 104,4 juta jiwa.
Pada 2023, pengungkapan mencapai sekitar 39 ribu kasus dengan estimasi 35,7 juta jiwa terselamatkan. Sementara pada 2024, tercatat 42.824 kasus dengan klaim penyelamatan 40,4 juta jiwa.
Secara kumulatif, angka tersebut mencapai sekitar 219,74 juta jiwa.
Adapun nilai barang bukti yang diamankan dalam periode tersebut hingga 2025 diperkirakan melampaui Rp85 triliun.
Haidar Alwi menilai angka tersebut hanya menggambarkan sebagian kecil dari dampak sesungguhnya. Menurut dia, jika narkoba lolos ke masyarakat, dampaknya akan meluas pada meningkatnya kriminalitas, beban kesehatan, hingga rusaknya struktur keluarga.
“Nilai keberhasilan ini tidak bisa ditakar dengan rupiah, karena yang diselamatkan adalah manusia dan masa depan bangsa,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri atas konsistensi dalam pemberantasan narkoba yang dinilai semakin sistematis dan terukur di tengah kompleksitas kejahatan narkotika,”pungkas Haidar. (rilis)















