Pangkalpinang – PT Timah Tbk terus memperkuat upaya pengelolaan energi di seluruh lini bisnisnya sebagai bagian dari strategi mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa perusahaan telah mengimplementasikan berbagai inisiatif hijau mulai dari eksplorasi, penambangan, pengolahan, hingga peleburan, serta di area perkantoran.
“Inisiatif pengurangan konsumsi energi yang kami jalankan telah berdampak positif. Pada 2024, konsumsi energi berhasil ditekan sebesar 418.645,6 GJ atau turun 22,69% dibandingkan tahun 2023,” kata Anggi.
Sejumlah langkah yang diambil antara lain:
- Selective Mining, yakni penggunaan peralatan energi lebih efisien dan optimalisasi mesin.
- Rekondisi Mesin melalui Overhaul Main Engine untuk peralatan produksi di sektor eksplorasi, tambang, hingga peleburan.
- Substitusi Bahan Bakar dari fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk penggunaan kendaraan operasional hybrid, implementasi biodiesel B35, transisi ke B40 mulai Februari 2025, serta pengadaan forklift listrik.
- PLNisasi, yaitu switching daya dari PLTD ke PLN di sektor pengolahan dan peleburan di Site Mentok.
- Solar Photo Voltaic, berupa pemasangan solar panel on grid masing-masing 10 kWP di Area Reklamasi Air Jangkang (Bangka) dan Air Selinsing (Belitung).
- Penggantian Lampu TL ke LED, dengan lampu berdaya lebih kecil namun pencahayaan setara.
“Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membentuk pola pikir baru di lingkungan kerja. Ini adalah perjalanan kolektif PT Timah untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan lingkungan,” ujar Anggi.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen PT Timah untuk mendukung target nasional Net Zero Emission sekaligus menunjukkan kontribusi nyata perusahaan dalam menghadapi perubahan iklim dan melindungi masa depan generasi mendatang.
TIM HUMAS PT TIMAH TBK















