JAKARTA – Presidium Aktivis Nasional dari Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) dan Koalisi Rakyat Tangkap Koruptor (KORTAK) menggelar konsolidasi akbar sebagai persiapan aksi besar-besaran menuntut pengusutan dugaan skandal korupsi Bupati Melawi, Kalimantan Barat. Mereka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera memulai penyelidikan atas kasus yang telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Aksi Jilid III yang akan datang diperkirakan melibatkan lebih dari 500 aktivis dari 20 organisasi pergerakan. Massa akan menggelar unjuk rasa di berbagai titik strategis, termasuk Gedung Kejaksaan Agung RI, KPK RI, dan Bareskrim Mabes Polri, untuk menekan APH agar segera melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp200 miliar.
“Aparat harus segera memulai penyelidikan agar tercipta keadilan. Semua warga negara sama di mata hukum. Kami akan terus berjuang hingga kasus ini diusut tuntas,” tegas Sutisna, Presidium Aktivis KORTAK.(7/2)
R. Agung Gunawan, Ketua Umum DPP APERMAS yang juga Sekjen Kaukus Eksponen Aktivis ’98 (KEA ’98), menegaskan bahwa KAMAKSI dan KORTAK berkomitmen melawan praktik korupsi di tanah air.
“Pejabat publik harus bekerja untuk kesejahteraan rakyat, bukan merugikan negara. Kami mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.
Sementara itu, Joko Priyoski, Ketua Umum KORTAK, menutup pernyataannya dengan seruan tegas agar APH segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa.
“Vox Populi Vox Dei, Suara Rakyat Suara Tuhan. Fiat Justitia Ruat Caelum, Hendaklah Keadilan Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh,” pungkasnya.(red/*)















