Tutup Video
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
https://djituberita.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240303_185723-1.jpg
Berita Utama

Yuri Siswanto: Tingkat Pengangguran di Bangka Selatan Turun Menjadi 4,84 Persen pada Tahun 2023

94
×

Yuri Siswanto: Tingkat Pengangguran di Bangka Selatan Turun Menjadi 4,84 Persen pada Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Caption: Yuri Siswanto, SST., MM, Plt. Kadis Kominfo Bangka Selatan

DJITUBERITA.COM – Pencapaian signifikan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat penurunan angka pengangguran di wilayah Kabupaten Bangka Selatan,”kata Plt. Kadis Kominfo Bangka Selatan, Yuri Siswanto, SST., MM, melalui siaran pers,kamis (4/1/24) sore.

Menurut data terbaru yang dirilis BPS Bangka Selatan pada tahun 2023, angka pengangguran turun menjadi 4,84 persen dari sebelumnya 5,09 persen pada tahun sebelumnya. Ini menandakan penurunan sebanyak 520 orang pengangguran dalam kurun waktu setahun terakhir,”ungkap Yuri.

Iklan politik
https://djituberita.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240303_185517.jpg

Menelisik lebih jauh, dari total 5.103 orang yang menganggur, terdapat 3.233 orang laki-laki dan 1.870 orang perempuan. Capaian ini dapat dianggap sebagai langkah positif dalam upaya menstabilkan ketenagakerjaan di Bangka Selatan.

Namun, Yuri juga menekankan pentingnya fokus terus menerus dari pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran lebih lanjut.

Menurut Yuri, salah satu strategi yang penting adalah menciptakan lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Peningkatan fokus pada sektor-sektor ini diharapkan dapat membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk terlibat dalam dunia kerja. Lebih lanjut, hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk atau yang sering disebut dengan istilah hilirisasi di kedua sektor ini.

Saat ini, sekitar 32,98 persen pekerja di Bangka Selatan bekerja di sektor pertanian, sementara sisanya tersebar di berbagai sektor usaha lainnya. Fakta ini mencerminkan bahwa roda perekonomian wilayah ini masih sangat bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan. Oleh karena itu, diversifikasi ekonomi dan pengembangan sektor-sektor alternatif menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor primer tersebut,”tambah Yuri.

Dalam konteks ini, upaya yang terkoordinasi antara pemerintah Bangka Selatan ,pelaku usaha dan masyarakat secara keseluruhan menjadi krusial. Kerjasama yang erat dalam menciptakan peluang kerja baru di sektor-sektor yang berkembang akan menjadi fondasi utama untuk mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,”tutupnya. (red)

Sumber – Kominfo Bangka Selatan

https://djituberita.com/wp-content/uploads/2024/03/IMG_20240303_185723-2.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *