Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBogor

Wakil Bupati Bogor Hadiri Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Bersama Wapres Gibran

×

Wakil Bupati Bogor Hadiri Rakornas Percepatan Penurunan Stunting Bersama Wapres Gibran

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi bersama Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka usai Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025). (foto: Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Jakarta – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Auditorium Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari komitmen nasional mempercepat penurunan angka stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam arahannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting.

“Program percepatan penurunan stunting adalah salah satu prioritas nasional dari Presiden. Karena itu, program ini harus kita kawal bersama, dengan kerja kolaboratif dari semua pihak,” tegas Wapres.

Gibran menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah menurunkan angka prevalensi stunting nasional menjadi 19,8 persen pada 2024, lebih baik dari proyeksi sebelumnya sebesar 20,1 persen.
Penurunan ini setara dengan 357 ribu anak, disertai perbaikan angka wasting, overweight, dan anemia pada ibu hamil.

Namun, Wapres mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar. Pemerintah menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada tahun 2029. Ia menyoroti Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan penurunan signifikan, sebesar 5,8 persen, serta Kabupaten Klungkung, Bali, yang sukses menurunkan angka stunting dari 19,4 persen (2021) menjadi 5,1 persen (2024).

“Keberhasilan ini berkat kolaborasi lintas sektor dan penguatan kader di lapangan. Saya berharap praktik baik seperti ini bisa diterapkan di daerah lain,” ujar Gibran.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memberikan perhatian khusus kepada kader posyandu sebagai ujung tombak penanganan stunting. Ia mendorong adanya peningkatan insentif bagi kader sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Selain kesehatan, Wapres menekankan perlunya intervensi lintas sektor yang mencakup sanitasi, lingkungan, serta peningkatan kesadaran gizi bagi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, dan anak-anak. Ia juga menyoroti pentingnya keseragaman data nasional agar kebijakan menjadi lebih tepat sasaran.

Lebih lanjut, Gibran menyinggung dua program prioritas pemerintah yang berkaitan langsung dengan peningkatan gizi masyarakat, yakni Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Program MBG ini terus kita sempurnakan. Semoga semangat kolaborasi ini terus dijaga agar hasilnya semakin optimal,” tutur Wapres.

Tak hanya itu, Wapres juga mengingatkan pentingnya kesehatan mental anak di sekolah, agar lingkungan belajar menjadi tempat yang aman dan bebas dari perundungan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan apresiasi atas capaian signifikan dalam penurunan angka stunting nasional.

“Sejak 2013, angka stunting kita mencapai 37 persen. Untuk pertama kalinya, pada 2024 angka itu berhasil turun di bawah 20 persen. Ini hasil kerja keras semua pihak,” ungkapnya.

Menkes menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi lintas sektor agar target nasional mencapai 14 persen dalam lima tahun ke depan dapat terwujud.

“Mari kita bekerja bersama agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap membawa bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

(Tim Komunikasi Publik / Diskominfo Kabupaten Bogor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *