Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Nasional

Seskab Teddy Bantah Pemerintah Lamban, Respons Bencana Sudah Dimulai Sejak Hari Pertama

×

Seskab Teddy Bantah Pemerintah Lamban, Respons Bencana Sudah Dimulai Sejak Hari Pertama

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan keterangan pers terkait penanganan bencana alam nasional di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025). Foto: Dok/Humas Seskab RI

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah pusat telah bergerak cepat dan terkoordinasi sejak detik pertama dalam menangani bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Seskab saat memberikan keterangan pers di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Alam, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025), menanggapi opini publik yang menilai pemerintah lamban dalam merespons bencana.dilansir jaringan Media Kabariku.com

Menurut Seskab, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak 24 hingga 26 November 2025, dengan puncak curah hujan pada 25 dan 26 November. Sejak hari pertama, aparat gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, serta pemerintah daerah langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

“Sejak detik pertama, hari pertama, seluruh unsur sudah bergerak di lapangan. Penanganan dilakukan tanpa kamera dan tanpa sorotan,” ujar Seskab.
Ia menjelaskan, pada hari pertama bencana,

Presiden Prabowo Subianto langsung berkomunikasi dengan para kepala daerah terdampak dan menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno untuk memobilisasi seluruh kekuatan nasional.

Memasuki 27 November 2025, pemerintah mengerahkan seluruh helikopter yang tersedia di Pulau Sumatra, ditambah helikopter dan pesawat dari Pulau Jawa, guna mendistribusikan logistik, mengangkut genset PLN, serta memenuhi kebutuhan darurat masyarakat.

Seskab mengungkapkan, sekitar 20 ribu personel gabungan dari unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat terlibat langsung dalam proses evakuasi dan penanganan bencana. Hingga 30 November 2025, pemulihan akses jalan dan aliran listrik di 52 kabupaten terdampak mulai tersambung secara bertahap.

Terkait polemik penetapan status bencana nasional, Seskab menegaskan bahwa sejak awal pemerintah pusat telah menjalankan penanganan berskala nasional, baik dari sisi personel, logistik, maupun anggaran.

“Lebih dari 50 ribu personel gabungan telah dikerahkan. Dukungan anggaran pusat juga berjalan, dengan total sekitar Rp60 triliun yang disalurkan bertahap untuk rumah sementara, hunian tetap, dan fasilitas publik,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah pusat juga menyalurkan dana langsung kepada 52 bupati dan wali kota terdampak untuk memenuhi kebutuhan mendesak di daerah. Dari sisi sarana, lebih dari 100 kapal, pesawat, dan helikopter serta sekitar seribu unit alat berat dikerahkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Meski demikian, Seskab mengakui bahwa penanganan bencana di lapangan belum sepenuhnya sempurna. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong serta menyampaikan secara terbuka apabila masih terdapat wilayah yang membutuhkan bantuan tambahan.

Seskab juga menegaskan Presiden Prabowo Subianto telah turun langsung meninjau wilayah terdampak sejak hari kelima pascabencana dan secara berulang mengunjungi daerah dengan akses tersulit.

Menutup keterangannya, Seskab mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan, membangun optimisme, dan menyebarkan energi positif demi mempercepat proses pemulihan pascabencana. Rilis- Djituberita.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *