Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka

Reses Anggota DPRD Bangka, H. Mahjup dan Median Kawal Infrastruktur Drainase Air Ruay

×

Reses Anggota DPRD Bangka, H. Mahjup dan Median Kawal Infrastruktur Drainase Air Ruay

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Bangka H. Mahjup (Dapil Sungailiat, Fraksi NasDem) bersama Anggota DPRD Meidian (Fraksi Demokrat) meninjau pembangunan talud drainase saat kegiatan reses di Kecamatan Pemali, Minggu (14/12/2025). (Foto Istimewa)

Pemali,Bangka – Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Daerah Pemilihan Pemali–Puding Besar–Bakam, H. Mahjup, bersama rekannya Median, melakukan kegiatan reses sekaligus pemantauan lapangan di Desa Air Ruay, Kecamatan Pemali, Minggu (14/12/2025).

Dalam agenda tersebut, keduanya meninjau langsung pembangunan talud penahan tanah pada Drainase Primer di kawasan kanal Dusun Air Bakung, yang merupakan hasil tindak lanjut dari usulan masyarakat pada reses awal tahun 2025 lalu.

H. Mahjup menjelaskan, pembangunan talud tersebut sebelumnya menjadi salah satu aspirasi utama warga, mengingat kondisi drainase yang rawan longsor dan berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, terutama saat musim hujan.

“Usulan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Alhamdulillah, saat ini sudah direalisasikan dan sedang dikerjakan. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Mahjup.

Politisi Partai NasDem itu menegaskan, meski pembangunan talud sudah berjalan, namun masih terdapat beberapa segmen yang belum terselesaikan secara menyeluruh. Untuk itu, pihaknya berkomitmen melanjutkan pengusulan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 atau pada APBD 2027 mendatang.

“Sisa pekerjaan yang belum rampung akan kami perjuangkan kembali dalam penganggaran selanjutnya. Prinsipnya, kebutuhan dasar warga harus mendapat prioritas,” tegasnya.

Selain infrastruktur drainase, Mahjup dan Median juga mendorong perbaikan akses jalan lingkungan yang hingga kini masih berupa tanah merah. Jalan tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur utama mobilitas warga setempat.

“Kalau memungkinkan, kita dorong agar bisa dilakukan pengaspalan. Jalan ini adalah akses vital masyarakat. Harapan kami, jika Dinas PUPR memiliki ketersediaan anggaran, pekerjaan ini bisa direalisasikan,” kata Mahjup.

Tak hanya di Air Ruay, Mahjup juga menyampaikan bahwa aspirasi serupa terkait pembangunan talud penahan tanah telah diusulkan untuk wilayah Karya Makmur. Ia memastikan akan mengawal proses penganggaran hingga tingkat pemerintah daerah.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi semakin mendesak mengingat kondisi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang tengah melanda wilayah Kabupaten Bangka dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum.

“Dalam situasi cuaca seperti sekarang, infrastruktur pengendalian air menjadi sangat penting. Karena itu, seluruh usulan yang telah disampaikan ke Pemkab Bangka melalui Dinas PUPR akan terus kami kawal,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *