Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
PemerintahanPertanian

Percepatan Swasembada Pangan, Pemkab Bangka Selatan Optimalkan Lahan Sawah

×

Percepatan Swasembada Pangan, Pemkab Bangka Selatan Optimalkan Lahan Sawah

Sebarkan artikel ini
Caption Foto: Pejabat dan unsur Forkopimda Bangka Selatan bersama kelompok tani dan TNI menggelar rapat koordinasi optimalisasi lahan pertanian di kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Basel.(7/2)

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar rapat percepatan tanam dan koordinasi terkait Optimalisasi Pemanfaatan Lahan (OPLA) Tahun 2024 dan 2025 guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Pangan Perikanan Bangka Selatan pada Jumat (7/2/2025)

Plt. Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan, Risvandika, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di lahan rawa yang dioptimalkan melalui program OPLA.

“Kegiatan ini bagian dari upaya kita mewujudkan ketahanan pangan nasional sebagaimana yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dengan percepatan tanam, kita harapkan hasil panen padi meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Risvandika.

Sebagai narasumber utama, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si, Pejabat Kepala Penanggung Jawab Optimalisasi Lahan Rawa Kepulauan Bangka Belitung, menyoroti beberapa poin penting:

Komitmen Nasional: Presiden menegaskan bahwa pangan adalah kunci kedaulatan bangsa, sehingga optimalisasi lahan menjadi prioritas utama.

Penugasan untuk Babel: Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 12 provinsi yang mendapat mandat optimalisasi lahan, termasuk Bangka Belitung.

Capaian Masih Rendah: Target optimalisasi lahan di Babel adalah 10.025 hektar, namun realisasi baru mencapai 36,69% dalam tiga bulan pertama.

Peran Bangka Selatan: Kabupaten ini memegang 60% dari total luas lahan yang dioptimalkan di Babel, sehingga menjadi kunci keberhasilan program ini.

Upaya Percepatan: Diperlukan kerja sama lintas sektor dan gotong royong untuk meningkatkan capaian LTT di musim tanam kedua,”tutur Muhammad Thamrin,

Dalam rapat koordinasi ini, puluhan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dari berbagai kecamatan turut memberikan masukan dan menyampaikan tantangan yang dihadapi petani di lapangan. Beberapa di antaranya:

Gapoktan: Sebagin Jaya, Fajar Tani, Dungun Raya, Sepakat Jaya, Karya Makmur, Bikang Ceria, Serdang Bersatu, Wisata Tanjung Timpek, Bersatu, Tanjung Berkembang, Lepar Lestari, Maju Bersama, Terap Berjaya.

UPJA: Batin Tikal, Sebagin Jaya, Fajar Tani, Dungun Raya, Marga Jaya, Balai Benih, Berkah Tani, Nusa Bikang, Serdang Makmur, Meralin, Maju Lancar, Tani Mandiri, Penutuk Jaya, Kampak Air Bulan, Limus Sejahtera.

Perwakilan Brigade Pangan dari setiap kecamatan juga menyampaikan perlunya dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana produksi pertanian, seperti irigasi, pupuk, dan alat pertanian yang lebih memadai.

Dengan adanya program percepatan tanam ini, Pemkab Bangka Selatan optimistis dapat mencapai target swasembada pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.

Sejumlah pihak turut hadir dalam rapat ini, termasuk perwakilan BWF Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ferry selaku Pj. Menanggal Kabupaten, jajaran Balai Standarisasi Pertanian, Dandim 0432, Danramil Kecamatan Payung, serta para camat dan kepala desa dari beberapa kecamatan.(red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *