Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bogor

Pemkab Bogor Percepat Pemerataan Infrastruktur Terintegrasi

×

Pemkab Bogor Percepat Pemerataan Infrastruktur Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
Pembangunan infrastruktur Kota Cibinong dan jalur selatan Bogor terus dipercepat demi pemerataan akses. (Foto: bogorkab.go.id)

Cibinong,Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Pembangunan tidak lagi berpusat di Cibinong sebagai pusat pemerintahan, tetapi kini meluas hingga kawasan Bogor Barat, Timur, Selatan, dan Utara, termasuk peningkatan konektivitas antarwilayah untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bupati Rudy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan merata, terintegrasi, dan berkelanjutan. Salah satu program strategis yang akan bergulir pada 2026 adalah pembangunan Jalan Tawasul di wilayah selatan.

“Jalan Tawasul atau jalur Telaga Warna–Sentul akan menjadi jalur alternatif menuju Puncak, melengkapi Jalan Puncak yang saat ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Akses baru ini penting untuk membuka konektivitas dan mengurai kepadatan,” ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto di keterangan pers rilis bogorkab.go.id Senin (24/11/2025).

Bupati Rudy juga mengungkapkan bahwa sejumlah pembangunan ruas jalan kabupaten dilakukan melalui skema kolaborasi antara Pemkab Bogor dan pelaku dunia usaha, terutama di kawasan selatan. Penataan awal akan dimulai dari Ciawi–Gadog hingga Pasir Muncang, dengan dukungan aktif dari pelaku usaha.

“Pelaku usaha, khususnya sektor pariwisata, sangat mendorong percepatan pembangunan ini. Bahkan ada yang menawarkan skema patungan tanpa APBD, sehingga proses dapat berjalan lebih cepat,” jelas Bupati Bogor.

Rencana penataan juga menyasar ruas Pasir Muncang–Gadog–Rainbow Hills, termasuk pelebaran akses dan perbaikan Jembatan Gadog yang akan terhubung langsung ke koridor Tawasul hingga Sentul, Megamendung, dan Cisarua. Proyek ini diproyeksikan mulai dikerjakan tahun depan karena tidak memerlukan pembebasan lahan.

Selain itu, Pemkab Bogor tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait Jalur Khusus Angkutan Barang dan Tambang dari Cigudeg hingga Rumpin. Pemprov Jawa Barat juga dijadwalkan memulai pembangunan Jalur Puncak II pada 2026.

“Ini contoh nyata gotong royong pembangunan. Ketika kewenangan pusat disinergikan dengan provinsi dan kawasan taman nasional, semuanya kita lakukan untuk percepatan pembangunan,” kata Rudy.

Di sisi lain, pembangunan Jalan Rancabungur dan Leuwiliang tetap menjadi prioritas. Tahapan saat ini meliputi pembebasan lahan, penetapan rasio jalan, dan komunikasi intensif dengan para pemilik lahan.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan dan diharapkan dapat selesai dalam beberapa tahun ke depan,” tegas Bupati Rudy.

Selain itu, Estimasi kebutuhan anggaran untuk keseluruhan rangkaian pembangunan ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, menyesuaikan skala pekerjaan pada setiap koridor jalan.

Pemkab Bogor memastikan perhitungan anggaran disusun secara bertahap dan transparan, termasuk peluang kolaborasi pembiayaan dengan pelaku usaha agar percepatan pembangunan dapat berjalan tanpa membebani APBD secara penuh.

(Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *