Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaJakarta

KAMAKSI Apresiasi Transformasi BUMD Pemprov DKI Dharma Jaya di Bawah Kepemimpinan Raditya Endra Budiman

285
×

KAMAKSI Apresiasi Transformasi BUMD Pemprov DKI Dharma Jaya di Bawah Kepemimpinan Raditya Endra Budiman

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman, yang mendapat apresiasi KAMAKSI atas transformasi bisnis dan penguatan ketahanan pangan Jakarta. Dok/Ist

DJITUBERITA,JAKARTA – Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengapresiasi sejumlah langkah transformasi bisnis dan penguatan ketahanan pangan yang dilakukan Perumda Dharma Jaya, BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Raditya Endra Budiman.

Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski mengatakan sejumlah program yang dijalankan Dharma Jaya menunjukkan upaya perusahaan memperkuat bisnis sekaligus menjalankan penugasan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya protein hewani bagi masyarakat Jakarta.

Menurut Joko, Raditya Endra Budiman yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2019 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut pada 2023, telah mendorong sejumlah perubahan dalam pengelolaan perusahaan.

Salah satu yang mendapat perhatian KAMAKSI ialah pengembangan ketahanan pangan regional melalui pengelolaan lahan strategis untuk kegiatan peternakan dan pertanian.

Program tersebut mencakup pengembangan komoditas peternakan seperti sapi dan ayam serta sektor perikanan dan pertanian. Langkah itu dinilai sejalan dengan kebutuhan memperkuat rantai pasok pangan dan memastikan ketersediaan sumber protein hewani bagi masyarakat.

“Program pengembangan ketahanan pangan regional yang dilakukan Dharma Jaya patut mendapat dukungan, sekaligus tetap membutuhkan pengawasan dan masukan dari masyarakat,” kata Joko dalam keterangannya,(4/10/2026).

Joko mengatakan pengembangan sektor peternakan tidak berhenti pada produksi bahan pangan, tetapi juga diarahkan pada proses hilirisasi. Strategi tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Dharma Jaya dalam rantai industri pangan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sumber pendapatan perusahaan.

Kurangi Ketergantungan Penugasan

KAMAKSI juga menyoroti perubahan komposisi kegiatan usaha Dharma Jaya. Menurut Joko, perusahaan secara bertahap berupaya mengurangi ketergantungan terhadap penugasan pemerintah dan memperbesar kontribusi kegiatan komersial.

Ia menyebut porsi penugasan pemerintah yang sebelumnya mencapai sekitar 90 persen kini berada di kisaran 60 persen. Sementara sekitar 40 persen kegiatan perusahaan disebut berasal dari sektor komersial.

Perubahan tersebut, kata Joko, menjadi salah satu indikator upaya perusahaan membangun kemandirian usaha dan mengurangi ketergantungan terhadap dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Namun, Joko menilai perkembangan tersebut tetap perlu dilihat secara menyeluruh melalui kinerja keuangan, efektivitas penugasan, kualitas pelayanan publik, serta tata kelola perusahaan.

“Transformasi BUMD tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjalankan tata kelola yang baik,” ujarnya.

Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2025

Apresiasi terhadap kinerja Dharma Jaya juga dikaitkan dengan sejumlah penghargaan yang diterima perusahaan dalam ajang Top BUMD Awards 2025.
Dalam ajang tersebut, Dharma Jaya memperoleh penghargaan Top BUMD Awards 2025 kategori BUMD Aneka Usaha Bintang 4. Raditya Endra Budiman juga memperoleh penghargaan Top CEO BUMD 2025.

Penghargaan Top Pembina BUMD 2025 turut diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai pembina BUMD.
KAMAKSI menilai penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan eksternal terhadap upaya transformasi yang dilakukan perusahaan. Meski demikian, penghargaan tersebut dinilai tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja BUMD.

Selain penguatan sektor usaha, Dharma Jaya disebut melakukan transformasi dalam pengelolaan perusahaan melalui digitalisasi. Langkah tersebut mencakup pengembangan layanan berbasis aplikasi, pemanfaatan data, integrasi teknologi finansial, optimalisasi aset, serta penguatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).

Tetap Terbuka terhadap Kritik
Joko menegaskan apresiasi yang diberikan KAMAKSI bukan berarti menutup ruang terhadap kritik maupun evaluasi.

Menurut dia, sebagai BUMD yang memiliki tugas berkaitan dengan pangan, Dharma Jaya memiliki tanggung jawab publik yang besar. Karena itu, transparansi, akuntabilitas dan tata kelola perusahaan harus berjalan beriringan dengan ekspansi bisnis.
“Kritik dan masukan yang konstruktif tetap diperlukan. Dharma Jaya harus terus memastikan setiap langkah bisnis memberikan manfaat, efisien, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Joko.

Ia berharap transformasi yang tengah dilakukan Dharma Jaya dapat terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan Jakarta. Pada saat yang sama, pengelolaan perusahaan diharapkan semakin profesional dan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis, penugasan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, penguatan bisnis Dharma Jaya tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan, tetapi juga mendukung agenda ketahanan pangan dan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat Jakarta menuju visi pembangunan Indonesia Emas.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *