Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita UtamaProfil

Dari Kampus Menuju Istana: Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Jejak Intelektual dan Pengabdian untuk Bangsa

231
×

Dari Kampus Menuju Istana: Prof. Achmad Tjachja Nugraha, Jejak Intelektual dan Pengabdian untuk Bangsa

Sebarkan artikel ini
Prof. Achmad Tjachja Nugraha dalam rangkaian kegiatan pengabdian di lingkungan Istana Kepresidenan.Foto/Ist

DJITUBERITA,JAKARTA – Nama Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, M.P., menjadi salah satu sosok yang menarik dicermati. Ia merupakan Guru Besar pada Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di lingkungan pemerintahan, ia juga tercatat menjabat sebagai Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden (KSP), yang berkantor di lingkungan Istana Kepresidenan.

Dua lingkungan tersebut memiliki karakter dan tanggung jawab berbeda. Kampus menjadi ruang pengembangan ilmu, penelitian, dan pembentukan sumber daya manusia. Sementara itu, lingkungan pemerintahan menuntut koordinasi, ketelitian, dan dukungan tata kelola agar agenda strategis negara dapat berjalan dengan baik.

Sebagai Guru Besar Agribisnis, Prof. Achmad berada dalam lingkungan keilmuan yang bersentuhan langsung dengan persoalan strategis Indonesia, seperti pembangunan pertanian, kesejahteraan petani, penguatan ekonomi masyarakat, dan ketahanan pangan.

Ilmu agribisnis tidak berhenti pada pembahasan produksi pertanian. Bidang ini juga berkaitan dengan tata niaga, kelembagaan, pengelolaan sumber daya, serta kebijakan yang menentukan keberlanjutan sektor pertanian.

Perspektif tersebut menjadi penting ketika Indonesia menghadapi tantangan untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah peran akademisi dibutuhkan untuk menghadirkan pemikiran yang berbasis pengetahuan, penelitian, dan pemahaman terhadap persoalan di lapangan.

Penugasan sebagai Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden menempatkan Prof. Achmad dalam lingkungan kerja yang mendukung pelaksanaan fungsi kelembagaan KSP. Jabatan tersebut memiliki dimensi administratif dan koordinatif yang berbeda dari tanggung jawab seorang guru besar di perguruan tinggi.

Perjalanan dari kampus menuju lingkungan Istana dengan demikian dapat dilihat sebagai pertemuan antara dunia akademik dan tata kelola pemerintahan.

Namun, keduanya tetap memiliki prinsip yang sama: tanggung jawab, profesionalitas, dan komitmen terhadap kepentingan publik.

Kehadiran akademisi di lingkungan pemerintahan juga mengingatkan bahwa pembangunan membutuhkan dukungan pengetahuan, ketajaman analisis, serta kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh.

Pada akhirnya, perjalanan intelektual tidak semata-mata tentang perubahan lingkungan kerja atau peningkatan tanggung jawab jabatan. Nilai terpentingnya terletak pada kemampuan menjaga integritas, mengembangkan pemikiran, dan menjalankan amanah secara profesional.

Melalui kiprahnya di lingkungan akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan tugasnya di Kantor Staf Presiden, Prof. Achmad berada di dua ruang pengabdian dengan karakter yang berbeda, tetapi sama-sama bersinggungan dengan kepentingan bangsa.

Dari kampus menuju Istana, ilmu pengetahuan dan tanggung jawab publik menjadi dua unsur penting dalam perjalanan pengabdian. Sebab, jabatan pada akhirnya bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan orientasi pada kepentingan masyarakat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *