Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalHukum & KriminalJakarta

PB SEMMI Ajak Mahasiswa Perangi Konten Provokasi, Dorong Ruang Demokrasi Tetap Sehat

56
×

PB SEMMI Ajak Mahasiswa Perangi Konten Provokasi, Dorong Ruang Demokrasi Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini

DJITUBERITA.COM JAKARTA — Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi konten provokatif yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

PB SEMMI menilai kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi tanggung jawab, dengan tetap menghormati hukum, hak orang lain, serta menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum PB SEMMI, Achmad Donny, mengatakan pihaknya menghormati setiap aksi unjuk rasa maupun bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Menurutnya, demonstrasi merupakan salah satu instrumen kontrol sosial sekaligus bentuk partisipasi publik dalam mengawal jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikan Donny di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (22/8/2026), menyikapi ramainya pemberitaan mengenai rencana demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta dalam waktu dekat.

“Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Silakan, karena itu merupakan hak setiap warga negara. Tetapi, penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara damai dan tidak merugikan hak asasi maupun kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Donny.

Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dimaknai hanya sebagai kebebasan berbicara dan menyampaikan pendapat. Demokrasi juga menuntut kedewasaan dalam menghormati perbedaan serta menjaga ketertiban dan kepentingan bersama.

Menurut Donny, demonstrasi sebagai bentuk kontrol sosial harus dilakukan secara damai dan tidak anarkis. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan.

“Semangat demokrasi adalah bagaimana kita mampu menghormati perbedaan pendapat. Tidak boleh ada satu kelompok yang memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain. Dalam praktiknya di lapangan, kebebasan menyampaikan aspirasi harus tetap berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Mahasiswa Diminta Bijak Bermedia Sosial

Dalam perkembangan ruang digital, Donny juga mengingatkan mahasiswa dan pemuda agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.

Menurutnya, konten provokatif, informasi yang dipelintir, maupun narasi yang sengaja membenturkan kelompok masyarakat dapat memperkeruh situasi dan mengganggu ruang demokrasi yang sehat.

Karena itu, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dengan mengedepankan argumentasi, data dan gagasan, bukan menyebarkan kebencian maupun provokasi.

“Mahasiswa harus menjadi penjaga akal sehat di ruang publik. Jangan sampai media sosial justru menjadi tempat menyebarkan provokasi yang kemudian memperuncing perbedaan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Donny menilai persatuan dan kesatuan bangsa merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan NKRI. Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, ras dan golongan, sehingga perbedaan pandangan politik maupun kepentingan tidak boleh mengikis rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.

“Persatuan dan kesatuan bangsa kita adalah pilar utama yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia berdiri kokoh di atas perbedaan suku, agama, ras dan golongan, jauh di atas perbedaan pendapat. Karena itu, jangan sampai perbedaan pilihan dan pandangan membuat kita kehilangan rasa sebagai satu bangsa,” tegasnya.

Energi Bangsa untuk Kemanusiaan

Dalam konteks tersebut, Donny mengajak mahasiswa dan pemuda menjadikan setiap momentum kebangsaan sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan, bukan memperlebar perpecahan.

Ia juga menyinggung kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, situasi tersebut seharusnya menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas dan kepedulian bersama.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada teman-teman yang melakukan demonstrasi, kami berpandangan bahwa saat ini ada energi besar bangsa yang juga dapat kita arahkan untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.

Donny berharap semangat persatuan tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita buktikan bahwa semangat persatuan dan kesatuan bukan hanya jargon dalam kehidupan bernegara, tetapi hadir dalam bentuk nyata sebagai panggilan kebangsaan dan kemanusiaan,” tutup Donny. (AR-SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *