TOBOALI,BANGKA SELATAN – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bangka Selatan terus diperkuat. Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), serta Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Bangka Selatan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi para pendidik PAUD.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Toboali, pada 3–4 Agustus 2026 itu mengusung tema “Bunda dan Pak Kadis Menyapa Kita”, yang dikemas sebagai sesi berbagi motivasi dan terapi penyemangat khusus bagi guru PAUD se-Bangka Selatan.
Program tersebut bertujuan membangkitkan kembali semangat para pendidik, menjaga kesehatan mental guru, sekaligus menguatkan panggilan hati dalam mendidik anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
Ketua IGTKI Kabupaten Bangka Selatan, Eni Yuniarsih, S.Pd.AUD., M.Pd., mewakili IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga profesi pendidik PAUD menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kegiatan kolaborasi IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA ini kami buat agar para bunda guru bisa saling menguatkan, melepas penat, dan kembali menemukan energi baru dalam mendidik anak-anak. Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengapresiasi kolaborasi tiga organisasi profesi tersebut. Menurutnya, guru yang bahagia akan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga berdampak positif terhadap perkembangan peserta didik.
Bunda PAUD Kabupaten Bangka Selatan, Ny. Elizia Riza Herdavid, menegaskan bahwa guru PAUD memegang peranan strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Guru TK dan PAUD merupakan fondasi awal pendidikan anak. Ketika gurunya semangat, kreatif, dan terus termotivasi, maka anak-anak Bangka Selatan akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.
Selain sesi motivasi, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Workshop Penyegaran Pembelajaran Mendalam Matematika Gembira. Workshop tersebut membekali para guru dengan berbagai metode pembelajaran matematika dasar melalui permainan edukatif, lagu, alat peraga, dan media kreatif yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti refleksi diri, berbagi pengalaman mengajar, permainan edukatif, hingga penguatan nilai keikhlasan dan kesabaran sebagai bekal menjalankan profesi pendidik.
Dalam sesi motivasi, H. Nardi Pratomo, S.E., M.E. mengajak seluruh guru PAUD se-Bangka Selatan untuk kembali mengingat alasan memilih profesi sebagai pendidik anak usia dini.
“Anak usia dini itu seperti kertas putih. Apa yang Bunda goreskan hari ini akan menjadi cerita hidup mereka 20 tahun ke depan. Jangan pernah lelah menebar cinta, kesabaran, dan ilmu,” pesannya.
Ia juga membagikan berbagai kiat menjaga kesehatan mental guru, menghadapi tantangan di ruang kelas, serta pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah daerah agar kualitas pendidikan PAUD di Bangka Selatan terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA berharap para pendidik PAUD semakin solid, profesional, serta mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan, penuh kasih sayang, dan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak sebagai bekal menghadapi masa depan.(Rilis)















