Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita UtamaJakarta

Gubernur DKI Tinjau Proyek Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda Dharma Jaya Perkuat Ketahanan Pangan dan Pasokan Daging Jakarta

×

Gubernur DKI Tinjau Proyek Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda Dharma Jaya Perkuat Ketahanan Pangan dan Pasokan Daging Jakarta

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir bersama jajaran Perumda Dharma Jaya di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). Foto: Istimewa.

DJITUBERITA,JAKARTA – Perumda Dharma Jaya terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan (food security) Provinsi DKI Jakarta melalui pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek strategis tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur DKI Jakarta dalam kunjungan kerja ke lokasi, Jumat (31/7/2026).

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan kawasan peternakan seluas sekitar 20 hektare itu dikembangkan sebagai pusat penggemukan sapi modern guna menjamin ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut atas persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tertanggal 23 Juni 2026.

“Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir merupakan salah satu inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengoptimalkan aset daerah untuk memperkuat ketahanan pangan.

Kawasan ini akan dikelola Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta,” ujar Raditya.

Kawasan tersebut dirancang dengan konsep peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang akan dibangun meliputi kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan dan bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, area bongkar muat ternak, Rumah Potong Hewan (RPH), cold storage, fasilitas pengolahan daging, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), perkantoran, hingga cadangan lahan hijauan pakan ternak.

Dalam operasionalnya, kawasan ini akan menerapkan sistem pengelolaan modern, efisien, dan berkelanjutan. Penyediaan pakan berkualitas akan diproduksi secara mandiri dengan dukungan teknologi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas ternak.

Selain memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha di wilayah sekitar.

Perumda Dharma Jaya menilai pengembangan kawasan tersebut akan menciptakan ekosistem peternakan yang produktif, mendorong ekonomi sirkular, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, proyek masih berada pada tahap awal pembangunan yang meliputi koordinasi lintas instansi, sosialisasi kepada masyarakat, dan proses perizinan. Pembangunan tahap pertama ditargetkan mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2026.

Melalui proyek Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi Ciangir, Perumda Dharma Jaya optimistis mampu memperkuat rantai pasok daging sapi yang aman, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi DKI Jakarta.

Sumber: Siaran Pers Perumda Dharma Jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *