DJITUBERITA,JAKARTA – Ketegangan antara PDI Perjuangan dan Partai Golkar kembali memanas setelah elite kedua partai saling melontarkan sindiran tajam di ruang publik. Kali ini, serangan datang dari politikus PDIP, Deddy Sitorus, yang menuding Golkar memiliki kecenderungan “candu kekuasaan”.
Menurut Deddy, Golkar dinilai selalu berupaya berada di lingkar inti pemerintahan, terlepas siapa yang memegang kekuasaan. Sindiran itu sekaligus menjadi respons atas komentar elite Golkar yang belakangan menyoroti arah politik PDIP pasca perubahan konstelasi kekuasaan nasional.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari kubu Golkar. Sekretaris Jenderal Golkar, Muhammad Sarmuji, membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan kehadiran Golkar di pemerintahan bukan karena ambisi kekuasaan, melainkan karena peran strategis partai dalam menjaga stabilitas politik nasional.
Pengamat menilai saling serang ini bukan sekadar adu pernyataan. Di baliknya, ada persaingan pengaruh antara dua partai besar yang sama-sama ingin mempertahankan posisi strategis menjelang konsolidasi politik nasional menuju Pemilu 2029.
Memanasnya relasi PDIP dan Golkar dinilai menjadi sinyal bahwa peta koalisi dan oposisi nasional belum sepenuhnya stabil.
Adu narasi di ruang publik pun dipandang sebagai bagian dari pertarungan merebut persepsi publik dan pengaruh politik jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, polemik saling serang antara PDIP dan Golkar masih menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Namun, pihak internal kedua partai belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait memanasnya dinamika politik tersebut.(Red)















