Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalJakarta

Waketum SEMMI Apresiasi, Presiden Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Proyek KCIC

×

Waketum SEMMI Apresiasi, Presiden Prabowo Ambil Alih Tanggung Jawab Proyek KCIC

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Umum PB SEMMI Sandri Rumanama saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Jakarta –  Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Indonesia–Cina (KCIC) menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda Sandri Rumanama.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Serikat Islam itu menilai sikap Presiden mencerminkan kepemimpinan yang kuat dan bertanggung jawab terhadap persoalan kenegaraan.

“Pernyataan Presiden soal proyek KCIC menunjukkan karakteristik kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas segala persoalan yang ada. Kami bukan hanya salut, tapi juga bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden,” ujar Sandri Rumanama, yang juga Direktur Haidar Alwi Institut, di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa proyek KCIC menjadi tanggung jawab negara.

“Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu dan kita kuat,” tegas Presiden Prabowo.

Sandri menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap kenegaraan Presiden yang menjaga martabat bangsa di mata dunia internasional.

“Ini persoalan harga diri bangsa. Pernyataan Presiden menunjukkan komitmen menjaga kehormatan dan kepercayaan Indonesia di mata dunia,” jelasnya.

Menurutnya, proyek KCIC merupakan bentuk kerja sama bilateral yang tidak hanya bersifat bisnis, melainkan juga diplomatik. Karena itu, negara perlu mengambil peran tegas agar reputasi Indonesia tetap terjaga di kancah global.

“Iya, sikap Presiden sudah benar. Dalam skema business to business (B to B) harus ada saling menghormati, sebab ini menyangkut reputasi Indonesia di hadapan mitra investasi. Jangan sampai karena persoalan ini, kita kehilangan kepercayaan dunia,” tutup Sandri.(tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *