Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Tragedi Sumatera, KAMAKSI: Presiden Harus Singkirkan Menteri Skor Merah!

×

Tragedi Sumatera, KAMAKSI: Presiden Harus Singkirkan Menteri Skor Merah!

Sebarkan artikel ini
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Ketua Umum DPP KAMAKSI Joko Priyoski. Foto: Istimewa.

Jakarta – Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera dan menewaskan ratusan warga.

Tragedi tersebut, menurut KAMAKSI, bukan semata fenomena alam, melainkan cerminan serius kegagalan pengawasan pemerintah dalam tata kelola kawasan hutan dan lingkungan hidup.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Jumat (5/12/2025) mencatat 836 orang meninggal dunia, 509 hilang, serta kehancuran ribuan infrastruktur: 25 fasilitas kesehatan, 185 rumah ibadah, 115 gedung kantor, 295 jembatan, dan lebih dari 10.500 rumah.

KAMAKSI: Ini Bukan Sekadar Bencana Alam, Ini Bencana Tata Kelola

Ketua Umum DPP KAMAKSI, Joko Priyoski, dalam keterangan rilisnya (7/12/2025). menilai dua kementerian strategis Kehutanan serta Lingkungan Hidup gagal melakukan fungsi pengawasan dan pencegahan kerusakan ekologi yang memperparah dampak bencana.

Banjir bandang dan longsor ini adalah bukti telanjang kegagalan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq,” tegas Joko.

“Keduanya memegang tanggung jawab vital: perizinan kawasan hutan dan penerbitan AMDAL. Ketika ratusan nyawa melayang, artinya sistem telah gagal.”

KAMAKSI menyoroti temuan gelondongan kayu yang tersapu banjir, yang menurut mereka membantah klaim pemerintah soal kayu lapuk  atau pohon tumbang alami.

Joko menyebut banyak potongan kayu menunjukkan jejak gergaji dan bentuk olahan industri, mengindikasikan praktik pembalakan liar yang diduga luput atau dibiarkan oleh lembaga yang seharusnya mengawasi.

Desakan Mundur yang Menguat

KAMAKSI menilai kehadiran dua menteri ini justru berpotensi membebani Presiden Prabowo di tengah upaya pemerintah memulihkan kepercayaan publik pascabencana.

 “Publik menuntut pertanggungjawaban. Jangan biarkan Menteri-Menteri gagal ini menurunkan kredibilitas Presiden,” ujar Joko.

“Kami mendesak Presiden Prabowo segera mencopot Raja Juli Antoni dan Hanif Faisol dari Kabinet Merah Putih. Jika tidak becus, ya dicopot.”

KAMAKSI menegaskan akan terus mengawal Asta Cita dan mengingatkan bahwa penataan ulang tata kelola lingkungan adalah syarat mutlak mencegah tragedi serupa di masa depan.(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *