Jakarta – Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Haidar Alwi Institut (HAI), Sandri Rumanama, memaparkan sejumlah data faktual yang menunjukkan peran strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada Program Swasembada Pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sandri, Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga terlibat aktif dalam mengawal dan memastikan keberhasilan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo.
“Polri berperan aktif dalam mengawal sekaligus menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo, terutama pada sektor ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Sandri dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kontribusi Polri terhadap program swasembada pangan tergolong signifikan. Salah satu capaian konkret adalah keberhasilan mendukung panen jagung nasional yang mencapai sekitar 3,5 juta ton.
Selain swasembada pangan, Sandri juga menyoroti keterlibatan aktif Polri dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“SPPG Polri menghadirkan dapur MBG percontohan nasional dengan keunggulan pada jaminan kualitas dan keamanan pangan. Seluruh makanan yang didistribusikan telah melalui pengawasan dan pemeriksaan kesehatan oleh Dokkes Polri,” jelasnya.
Sandri menambahkan, Polri telah membangun dapur MBG atau SPPG secara masif dan menargetkan pendirian 1.500 dapur di seluruh Indonesia. Berdasarkan data terbaru, hingga awal Januari 2026 tercatat sebanyak 1.147 SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator penting keberhasilan implementasi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
“Saya menilai kinerja Polri dalam mengawal Asta Cita perlu terus dipertahankan. Dua program utama presiden telah dieksekusi dengan baik dan hasilnya sangat memuaskan,” pungkas Sandri.(rilis)















