Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Sandri Rumanama: Tren Positif Pengamanan Mudik, Polri Dinilai Semakin Adaptif

×

Sandri Rumanama: Tren Positif Pengamanan Mudik, Polri Dinilai Semakin Adaptif

Sebarkan artikel ini
Sandri Rumanama saat menyampaikan pandangan terkait kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam penanganan arus mudik, di Jakarta,17 Maret 2026.

Jakarta –Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menilai kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pengamanan dan pengelolaan arus mudik selama lima tahun terakhir menunjukkan tren yang semakin positif.

Menurut Sandri, di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Polri mampu menghadirkan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis data dalam mengelola mobilitas masyarakat pada momentum mudik Lebaran yang setiap tahun melibatkan pergerakan manusia dalam jumlah sangat besar.

“Jika kita melihat perkembangan lima tahun terakhir, kinerja Polri dalam pengamanan mudik menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi manajemen lalu lintas, koordinasi antarinstansi, maupun respons cepat di lapangan,” ujar Sandri dalam keterangannya di Jakarta.(17/3/2026).

Ia menilai berbagai inovasi yang dilakukan Polri melalui Korps Lalu Lintas mampu mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur-jalur utama mudik.

Berbagai skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, hingga pengawasan berbasis teknologi melalui command center dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Pada periode mudik Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang atau lebih dari separuh populasi Indonesia. Mayoritas pemudik menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil dan sepeda motor.

Sementara itu, pergerakan kendaraan keluar masuk kawasan Jabodetabek diprediksi mencapai lebih dari 3,6 juta kendaraan selama periode mudik hingga arus balik. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret, sedangkan puncak arus balik berlangsung pada pekan terakhir bulan yang sama.

Dalam konteks pengamanan nasional, Polri menggelar operasi terpadu tahunan melalui Operasi Ketupat yang melibatkan puluhan ribu personel serta koordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari Kementerian Perhubungan, TNI, pemerintah daerah, hingga operator transportasi.

Sandri menilai pendekatan kolaboratif tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas arus mudik di berbagai wilayah.

“Operasi Ketupat yang dilakukan Polri setiap tahun semakin matang. Koordinasi lintas sektor berjalan baik sehingga arus kendaraan tetap terkendali meskipun volume pemudik sangat besar,” kata dia.

Data pemantauan lalu lintas selama periode mudik 2026 juga menunjukkan indikator keselamatan yang relatif membaik. Tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas dilaporkan mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, meskipun jumlah kendaraan yang melintas terus meningkat.

Menurut Sandri, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas pengawasan lalu lintas serta efektivitas strategi pencegahan kecelakaan yang diterapkan aparat kepolisian.

Meski demikian, ia menilai evaluasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait tingginya penggunaan sepeda motor oleh pemudik yang masih menjadi faktor dominan dalam kecelakaan lalu lintas.

“Kinerja Polri patut diapresiasi karena mampu menjaga stabilitas mobilitas nasional selama periode mudik. Namun tantangan ke depan juga semakin kompleks sehingga inovasi dan peningkatan pelayanan publik harus terus dilakukan,” ujar Sandri.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan arus mudik tidak hanya berdampak pada kelancaran transportasi, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas sosial dan ekonomi nasional selama periode hari raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *